- Freepik
Lebih Baik Ikut Dzikir Bersama Imam dengan Suara Keras atau Dzikir Sendiri-sendiri? Sebagai Makmum Utamakan…
"Itu kata Ibnu Abbas Radhiallahu ta'ala anhuma, awal-awal masa awal dzikir dibimbing oleh nabi dikeraskan," ujarnya.
"Kalau nggak dikeraskan bagaimana sampai sekarang kita dengan dzikirnya, haditsnya ada, keterangannya ada," sambungnya.
Para sahabat akhirnya memahami dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah dan mulai mengamalkannya sendiri-sendiri.
"Setelah mereka semua mengetahui dzikirnya, cara bacanya, masing-masing paham bahkan tahu kalimat-kalimat yang Nabi ajarkan, maka muncullah kemudian dzikir sendiri-sendiri disitu," tutur Ustaz Adi Hidayat.
"Jadi kalau Anda kumpulkan riwayatnya dengan baik Anda temukan, ada faedahnya dikumpulkannya oleh imam as Syafi'i," lanjutnya.
Menurutnya, Imam Syafii telah menganjurkan akan lebih baik bila melakukan dzikir bersama imam dengan suara keras di dalam lingkungan yang belum mengerti tentang dzikir.
"Kata imam as Syafi'i akan lebih baik jika Anda masuk ke lingkungan yang belum paham tentang dzikir maka bacakan bimbing mereka dengan yang jahar," jelas Ustaz Adi Hidayat.
- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
Kemudian, jika sudah memahami dzikir tersebut maka boleh dilakukan dengan sendiri-sendiri.
"Jika sudah diketahui dengan baik, maka silahkan berdzikir dengan sir sehingga setiap orang bisa memohon dengan kepentingannya masing-masing," kata Ustaz Adi Hidayat.
"Itulah keseluruhan hadis," tandasnya.
Berdasarkan penjelasan hadits tersebut, dzikir sehabis shalat dapat disesuaikan boleh bersama imam dengan suara keras ataupun sendiri-sendiri sesuai keadaannya. (far/kmr)