news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Inilah Waktu Terbaik Shalat Dhuha dan Keutamaannya, Ustaz Adi Hidayat Sarankan Lakukan Pada Jam Ini dengan Jumlah 8 Rakaat

Meskipun tidak wajib, shalat dhuha memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Berikut waktu-waktu yang disarankan Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Rabu, 23 April 2025 - 08:44 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Shalat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun hukumnya tidak wajib, shalat ini memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. 

Sementar untuk waktu shalat dhuha terbentang sejak matahari terbit hingga sesaat sebelum adzan dzuhur. Lalu ketika sudah mendekati Dzuhur apakah masih boleh dilakukan?

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa shalat dhuha terbagi dalam tiga waktu dan dalam tiga waktu shalat dhuha itu, ada keutamaan-keutamaan yang berbeda. Berikut penjelasan rinci yang diberikan oleh Ustaz Adi Hidayat, dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official pada Rabu (23/4/2025).

Awal Dhuha, Pahala Haji dan Umrah

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa waktu shalat dhuha terbagi tiga dan setiap waktu itu memiliki kemuliaan sendiri.

“Shalat dhuha itu waktunya dimulai sejak waktu syuruq, saat perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai berada di posisi tempat terbitnya sampai bergeser lagi sekira bayangan itu  1 tombak,” ujar UAH.

Waktunya bernama syuruq, pergerakan mataharinya namanya isyraq, matahari berada di porosnya disebut masyriq.

“Saat bayangan matahari 1 tombak inilah waktu syuruq atau awal dhuha,” kata Ustaz Adi Hidayat.

“Awal dhuha, tarik 1 jam setelah shalat subuh, kurang lebih 1 jam paling cepat, awal syuruq 6.30 boleh nambah 15 menit tak ada masalah,” jelas UAH.

Adapun kemuliaan yang ada di awal dhuha ini antara lain dikatakan oleh Ustaz Adi Hidayat tercantum dalam hadits At-Tirmidzi.

“Siapa menunaikan shalat subuh dengan jamaah atau di hadits lain dikatakan di masjid, lalu dia tidak langsung beranjak, dia berzikir dulu hingga sampai tiba awal dhuha, kemudian dia shalat di awal dhuha itu, maka ia dapat pahala senilai haji dan umrah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Namun Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa hal tersebut jangan dipahami dengan kalimat bahwa jika shalat syuruq artinya sudah haji dan umrah.

“Ini senilai pahala haji dan umrah tapi belum tentu dapat kemuliaan shalat di masjidil haram masjid nabawi,” kata UAH.

Namun pahala mengerjakan shalat syuruq itu pahalanya baik yakni seperti mengerjakan haji dan umrah.

“Berpeluang dapat surga dan rahmat Allah SWT, berpeluang merubah perilaku jadi lebih baik,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Hal ini karena makna dari kata Al Birru adalah perubahan dari sifat kurang baik jadi baik.

“Ketika melekat pada pelakunya haji mabrur, nah orang yang belum bisa haji dan umrah konsisten shalat syuruq awal dhuha, karena dapat bisa merubah jadi lebih baik,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Pertengahan Dhuha, Jaga Diri dari Musibah

Waktu kedua untuk shalat dhuha yakni saat matahari naik sekitar pukul 07.30 Wib.

“Sekitar setengah delapan sampai jam 8. Itu sudah pertengahan dhuha, jika dikonversi sekarang sampai 10.30 itu pertengahan dhuha,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Jika awal dhuha bilangannya 2 rakaat, kata Ustaz Adi Hidayat pertengahan dhuha bisa sampai 4 rakaat.

“Bisa sampai empat, manfaat banyak, itu dimaksud pengganti dzikir dari seluruh tubuh. Tubuh kita kan harusnya dzikir, itu tertutupi dengan shalat dhuha 2 rakaat di pertengahan,” saran UAH.

Keutamaan shalat dhuha di pertengahan ini kata Ustaz Adi Hidayat jika diteruskan sampai empat rakaat, maka dapat menjaga kita dari musibah umum yang mungkin terjadi.

“Misal di komplek kita banjir, rumah kita tidak kena, atau macet tapi kita tidak macet, misal ada yang arahkan atau kita dikasih kemudahan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Akhir Dhuha, Kemudahan Rezeki

Waktu shalat dhuha terakhir dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat adalah sejak 10.30 hingga sesaat sebelum shalat dzuhur.

“Sampai menjelang dzuhur, dari 10.30 sampai adzan dzuhur, bisa sampai 8 rakaat,” kata UAH.

Pada waktu terakhir itulah, kata Ustaz Adi Hidayat fadhilah kemudahan rezeki ada. Namun Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa semua harus diniatkan karena Allah.

Selain itu juga harus dibarengi ikhtiar yang maksimal serta permohonan yang tulus. Kemudian Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa shalat dhuha di akhir ini dapat dilakukan hingga 8 rakaat.

“Kerjakan dua dua, kerjakan sampai 8, atau mau empat-empat juga bisa,” tandas Ustaz Adi Hidayat.

Adapun fadillah dari shalat dhuha di akhir waktu ini kata Ustaz Adi Hidayat dapat memudahkan limpahan rezeki.

Tapi bukan menarik kelimpahan rezeki sebagai modus untuk shalat dhuha ya,” kata Ustaz Adi Hidayat. Jika tujuannya hal itu, kata Ustaz Adi Hidayat biasanya kalau dapat rezekinya berkahnya akan hilang.

“Saya saran kerjakan lillah biarkan Allah yang memberikan,” kata UAH.

Namun setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa ingat bahwa rezeki bukan hanya berupa uang.

“Dhuha yang ditunaikan bisa mempercepat datangnya rezeki tapi jangan tafsirkan dengan uang atau proyek saja,” saran UAH.

"Rezeki bisa kesehatan, bisa ketenangan, yang kalau gelisah bisa ke psikolog, tenang itu mahal,” tandas Ustaz Adi Hidayat.

Itulah penjelasan mengenai waktu shalat dhuha, disarankan agar menanyakan langsung kepada Ulama atau Ahli Agama Islam, agar mendapatkan pemahaman lebih dalam.

 

Wallahu’alam

 

(put)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral