- YouTube tvOnenews
Akhirnya Megawati Hangestri Blak-blakan Soal Kekayaannya, Tak Disangka Ternyata Atlet Voli Muslim Itu Bilang Gajinya Saat di Korea Hanya …
tvOnenews.com - Meski sudah kembali ke Tanah Air, atlet voli Muslim Megawati Hangestri Pertiwi masih terus mencuri perhatian publik.
Sebagaimana diketahui, atlet voli putri yang satu-satunya berhijab di negeri ginseng itu merupakan memilih tidak memperpanjang kontrak dengan klub elite Korean V-League, Daejeon JungKwanJang Red Sparks, dan memilih pulang ke Tanah Air.
Keputusan Megawati Hangestri ini dinilai mengejutkan dan mengundang banyak pertanyaan, terlebih setelah sederet pencapaian yang ditorehkannya selama 2 tahun membela Red Sparks.
Sebab, selama dua musim berseragam Red Sparks, performa Megawati sangat mencolok. Bukan hanya menjadi andalan tim, tapi juga idola baru bagi pecinta voli di Korea dan teladan bagi Muslimah dimanapun berada.
Dalam banyak pertandingan, penampilan Megawati selalu berhasil mencuri perhatian, baik dari performanya juga dari sikapnya sebagai Muslimah yang istqomah dengan hijabnya.
Namun, di balik sorotan prestasi dan popularitas, Megawati akhirnya buka suara soal gajinya selama membela Red Sparks.
Dalam sebuah wawancara khusus di program tvOne Apa Kabar Indonesia Siang , Mega mengungkap bahwa penghasilannya di Korea Selatan ternyata tidak sebesar yang banyak orang bayangkan. Bahkan, atlet asal Jember itu menyebut bahwa gaji pemain lokal Korea jauh lebih tinggi dibandingkan pemain kuarter Asia sepertinya.
“Kalau di Korea, enggak (lebih tinggi), karena pemain Korea lebih besar gajinya bahkan berkali-kali lipat daripada aku,” ujar Megawati Hangestri kepada presenter tvOne yang mewawancarainya.
"Kalau di Indonesia mungkin iya (lebih besar)," ujar Mega menambahkan, seolah memberi sinyal bahwa penghasilannya di klub lokal bisa lebih menguntungkan secara finansial.
Meski sempat dirumorkan menerima bayaran sebesar 150.000 dolar AS atau sekitar Rp2,39 miliar di musim keduanya, pengakuan Mega justru membuka mata publik tentang realita ketimpangan penghasilan di kancah voli profesional luar negeri.
Sementara perihal kepulangannya ke Indonesia yang sempat dikaitkan dengan kondisi kesehatan sang ibu. Megawati dengan tegas membantahnya saat menghadiri acara di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember.
“Saya sedih banyak yang bilang mama saya sakit, padahal mama saya sehat-sehat saja,” ungkap Mega kepada media.
Ia mengatakan keputusan dirinya kembali ke Indonesia lebih didasari oleh pertimbangan pribadi. Wanita yang kini menjadi kiblat dari generasi muda pecinta voli itu mengaku ingin lebih dekat dengan keluarga serta mempersiapkan langkah selanjutnya dalam karier dan kehidupan pribadinya.
Namun menariknya, Megawati kini resmi bergabung dengan Gresik Petrokimia, salah satu tim besar di kompetisi Proliga 2025. Namun, ia hanya dikontrak selama satu bulan untuk memperkuat tim di babak final four.
Mega mengaku bahwa kesepakatan dengan Petrokimia Gresik sudah terjalin cukup lama, hanya saja ia memilih untuk merahasiakannya dari publik.
“Saya memang sengaja merahasiakan kontrak bersama Petrokimia Gresik. Saya juga meminta pihak Petrokimia untuk merahasiakan kontrak ini sebelum hari H launching,” tandas Mega.
Kabar kepulangan Megawati Hangestri Pertiwi ke Indonesia rupanya tak hanya menarik perhatian publik tanah air, tetapi juga media Korea Selatan. Sebut saja, MHN Sports, salah satu media ternama.
Dalam salah satu rubriknya, mereka mengulas alasan Megawati tidak memperpanjang kontraknya bersama Red Sparks, tim voli profesional Korea yang ia bela musim lalu.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Megawati kembali ke Indonesia bukan hanya karena ingin lebih dekat dengan keluarganya, tetapi juga karena memiliki rencana pribadi, yaitu menikah.
Diketahui, Megawati Hangestri memang memiliki hubungan yang sudah terjalin cukup lama dengan Dio Novandra, seorang atlet renang.
“Mantan penyerang Red Sparks Megawati Hangestri Pertiwi mengungkapkan salah satu alasan mengapa ia kembali dengan tergesa-gesa,” tulis MHN Sports.
Rencana pernikahan ini disebut-sebut menjadi salah satu alasan Megawati memilih rehat dari liga Korea, meski performanya musim lalu terbilang gemilang.
Kabar ini sontak menjadi sorotan publik dan para penggemar voli yang selama ini mengikuti perjalanan karier Megawati di luar negeri.
Gaji Megawati Hangestri Ketika di Red Sparks
Dari sisi finansial, Megawati juga memperoleh pendapatan yang sangat signifikan. Pada musim perdananya di V-League 2023/2024, Megawati menerima gaji sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar.
Melihat performa impresifnya, Red Sparks menaikkan gajinya menjadi USD 150.000 (sekitar Rp2,4 miliar) untuk musim 2024/2025.
Dengan demikian, total gaji Megawati selama dua musim di Korea mencapai USD 250.000 atau setara dengan Rp3,9 miliar.
Angka ini belum termasuk bonus prestasi dan pendapatan dari kegiatan komersial seperti endorsement.
Megawati juga menjadi MVP (Most Valuable Player) sebanyak dua kali dalam satu musim, yaitu pada putaran ketiga dan keempat V-League 2024/2025.
Setiap gelar MVP memberinya bonus 2 juta won (sekitar Rp22 juta), sehingga total bonus dari MVP mencapai Rp44 juta.
Belum lagi jika ditambahkan bonus kemenangan pertandingan yang diberikan KOVO (Federasi Bola Voli Korea) senilai 700.000 won atau sekitar Rp7,9 juta per laga yang kemungkinan besar juga ikut mengalir ke pemain inti seperti Megawati.
Hadiah sebagai runner-up KOVO Cup dan V-League masing-masing sebesar 30 juta won (sekitar Rp352 juta) turut menjadi tambahan pemasukan tim.
Meski belum ada rincian resmi soal nilai kontrak iklannya, tidak bisa dipungkiri bahwa pendapatan Megawati dari endorsement juga memperkuat kekayaannya selama di Korea.
Dengan total gaji, bonus, serta penghasilan dari iklan dan prestasi yang diraihnya, kekayaan Megawati diperkirakan menembus lebih dari Rp4 miliar hanya dalam dua tahun. (udn/put)