- Instagram/@0ratmangoen
Ragnar Oratmangoen Sulit Imbangi Puasa Jelang Laga Timnas Indonesia, Ini Kata Buya Yahya jika Pesepak Bola Tak Berpuasa
Jakarta, tvOnenews.com - Ragnar Oratmangoen sempat membicarakan antara kebutuhan puasa dan kiprahnya bermain di Timnas Indonesia dalam laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ragnar Oratmangoen mengatakan, dirinya masih kesulitan mengimbangi ibadah puasa dan persiapan berlaga bersama Timnas Indonesia di laga lanjutan mengingatkan ceramah dari Buya Yahya.
Sebagai pemain keturunan yang mualaf, Ragnar Oratmangoen akan bermain untuk Timnas Indonesia di tengah-tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Ragnar Oratmangoen soal Puasa dan Timnas Indonesia
- PSSI
Dalam sesi wawancara khusus, Wak Haji Ragnar Oratmangoen mendapat pertanyaan seputar ibadah puasa menjelang pertandingan Timnas Indonesia.
"Halo Ragnar, Ramadhan sebentar lagi akan tiba, apa saja yang kamu persiapkan untuk menyambutnya?," tanya seseorang kepada Ragnar Oratmangoen dalam sesi wawancara dikutip tvOnenews.com dari unggahan Instagram @0ratmangoen, Selasa (18/3/2025).
Ragnar Oratmangoen mengetahui ibadah puasa sangat menguras banyak energi. Ia mengatakan mental dan fisik harus ditingkatkan olehnya menjelang laga Timnas Indonesia lawan Australia dan Bahrain.
"Saya selalu berusaha untuk mempersiapkan diri secara mental dan fisik," tuturnya.
Penyerang FCV Dender itu pun tidak menginginkan mental dan fisiknya menurun hanya karena menjalani ibadah puasa.
"Karena saya juga akan melaksanakan pertandingan penting. Jadi hal itu sangatlah penting bagi saya," tutur Wak Haji.
Kemudian, Ragnar Oratmangoen memperoleh pertanyaan yang sangat berat. Hal ini mengenai cara ia menyeimbangkan antara puasa dan prosesi latihan bersama skuad Timnas Indonesia.
Ragnar masih mengalami kesulitan bagaimana cara ibadah puasa yang dijalaninya selama Ramadhan tidak mengganggu proses latihan di bawah nahkoda pelatih Patrick Kluivert.
Ketika menjalani latihan, tubuh seorang manusia akan melemah karena energi yang dikeluarkan sudah terkuras banyak saat ibadah puasa.
"Ya, itu bisa menjadi sangat sulit, tetapi saya berusaha untuk mengonsumsi makanan yang baik bagi tubuh," jelasnya.
"Saya harus minum yang cukup, dan juga beristirahat di siang hari," lanjut Ragnar.
Hal ini mengingatkan Ragnar Oratmangoen dan skuad Timnas Indonesia lainnya sudah diboyong oleh Patrick Kluivert terbang ke Australia.
Timnas Indonesia akan bertanding melawan Australia di Stadion Allianz, Sydney pada Kamis (20/3/2025).
Sementara, Timnas Indonesia akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada Selasa (25/3/2025).
Sontak, pengakuan Ragnar Oratmangoen masih menyesuaikan puasa dan bermain sepak bola untuk Timnas Indonesia sebenarnya hal lumrah. Namun, Buya Yahya mengingatkan ada ketentuan yang harus dipatuhi.
Pesepak Bola Tidak Puasa Pandangan Buya Yahya
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya menjelaskan, bulan Ramadhan merupakan bulan dipenuhi keberkahan bagi seluruh umat Muslim dari semua kalangan, baik artis, pesepak bola, tokoh penting, dan sebagainya.
Puasa merupakan ibadah yang hukumnya wajib. Buya Yahya mengatakan, seseorang tidak boleh meninggalkan kewajibannya untuk berpuasa selama bulan Ramadhan.
Namun, ada kala seseorang harus menjalani tugasnya untuk bekerja dan mengabdi pada negara, salah satunya Ragnar Oratmangoen menjadi satu-satunya pemain keturunan menganut agama Islam.
Berkaca dari pernyataan Ragnar Oratmangoen, Buya Yahya mengatakan bahwa, orang yang bermain sepak bola tetap wajib menjalani ibadah puasanya.
Meski begitu, Buya Yahya mengingatkan, pemain sepak bola boleh tidak berpuasa jika tubuhnya benar-benar lemas, dengan catatan harus melakukan ibadah puasanya lebih dulu.
"Kerja keras, pasti pertengahan hari kelaparan, itu tidak apa apa puasa. Apalagi, olahraga sepak bola ini adalah hal mubah, sepak bola ga puasa dari pagi menimpa dosa besar," kata Buya Yahya dinukil tvOnenews.com dari channel YouTube Buya Yahya, Selasa.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu mengatakan, seorang atlet bisa berdosa jika benar-benar sengaja tidak meniatkan puasa sejak waktu adzan Subuh tiba.
Kecuali jika pesepak bola itu sempat berpuasa dan di tengah hari sedang menjalani latihan atau bertanding, maka boleh membatalkan puasanya kalau benar-benar sudah tidak memiliki energi.
"Masa belum apa-apa sejak pagi tidak berpuasa, kalau itu tidak diperbolehkan. (atlet atau pesepak bola) tetap berpuasa dulu. Jika nanti sudah tidak kuat, maka tak apa-apa boleh berbuka," terang dia.
Buya Yahya mengatakan, Islam memberikan pedoman dalam meringankan umat Muslim untuk berpuasa, seperti sedang berada di kondisi tidak mendukung untuk menahan rasa lapar dan haus.
Kendati demikian, Islam sangat melarang bagi umat Muslim yang berpura-pura tidak berdaya, namun sesungguhnya masih bisa menahan hawa nafsu atau rasa lapar dan dahaga sampai waktu Maghrib tiba.
"Kalau memang lemas beneran, bukan pura-pura, maka Allah Maha Tahu. Jangan bohongin Allah," pungkasnya.
(hap)