- Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV
Waktu Terbaik Shalat Awwabin Ternyata di Pagi Hari Bukan antara Maghrib dan Isya, Ini Penjelasan Buya Yahya
tvOnenews.com - Shalat Awwabin adalah shalat sunnah yang kerap kali disebut ibadah orang yang kembali kepada Allah SWT.
KH Yahya Zainul Ma'arif biasa disapa Buya Yahya menyoroti, kebanyakan umat Muslim menganggap, waktu terbaik shalat Awwabin adalah antara waktu Maghrib dan Isya.
Menurut Buya Yahya, waktu terbaik shalat Awwabin diidentikkan antara Maghrib dan Isya, sebenarnya tidak menjadi masalah. Namun demikian, ada waktu yang keutamaannya lebih afdhol.
Buya Yahya menyampaikan bahwa, Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan, waktu terbaik shalat Awwabin bukan terletak di antara Maghrib dan Isya, melainkan pada pagi hari saat waktu Dhuha.
"Tadi bahwa sebagian ulama menyebut shalat awwabin adalah dilakukan setelah shalat Maghrib, ada kami singgung cuma tidak kami bahas dengan detail. Hanya shalat Dhuha disebut langsung oleh Nabi shalatul Awwabin," ujar Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (6/3/2025).
Dalam suatu tausiyahnya, Buya Yahya menyarankan, para jemaah wajib menyimak alasan shalat Awwabin terletak pada waktu Dhuha. Dalam arti, nama lain shalat Dhuha adalah sunnah Awwabin.
Shalat Awwabin Nama Lain Shalat Dhuha
- Freepik
"Awwabin tadi kalau ibu yang salehah menyimak apa yang kami sampaikan tentu kami singgung sedikit, kalau awwabin Dhuha itu lebih gede pahalanya daripada awwabin Anda tadi," jelas Buya Yahya.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu memaparkan, shalat Dhuha adalah orang-orang yang telah lama tidak taat kepada Allah SWT. Kemudian, mereka kembali meningkatkan ketaatan kepada-Nya.
Bagi orang mukmin sibuk bekerja dan selama ini menggunakan waktu pagi harinya dengan hal tidak bermanfaat, dengan cara shalat Dhuha sama saja telah melakukan sunnah Awwabin.
"Begitu ulama menyebutkan itu juga shalat Awwabin maksudnya shalatnya orang yang rindu untuk kembali kepada Allah sehingga disebut shalatul awwab," paparnya.
Buya Yahya mengatakan, orang yang sangat rindu kepada Allah SWT, jikalau selama ini telah terjerat hal-hal kemaksiatan, bisa menggunakan shalat Dhuha, karena artinya sama dengan Awwabin.
"Makanya awwabin orang kembali kepada Allah yang sudah Anda lakukan lanjutkan awwabin," tuturnya.
Namun demikian, Buya Yahya tidak menginginkan perspektif ini, seolah-olah mematahkan kewajiban shalat Awwabin antara setelah shalat Maghrib dan sebelum waktu Isya.
Kenapa Waktu Shalat Awwabin antara Waktu Maghrib dan Isya?
- iStockPhoto
"Diberi nama Awwabinnya adalah awwab orang kembali maksudnya itu shalatnya orang yang ingin kembali kepada Allah dengan menghidupkan antara Maghrib dengan Isya," bebernya.
"Jadi, Anda mendengar itu para ulama di saat menjelaskan shalat Dhuha disebut awwabin bukan menafikan shalat awwabin itu," sambungnya.
Jika terlanjur merutinkan shalat Awwabin terletak di antara dua waktu shalat pada malam hari, Buya Yahya menyarankan, tidak perlu diputus hanya perkara ingin mengejar keutamaan di waktu Dhuha.
"Awwab itu dia orang kembali, awwab, ayyib awwabin orang-orang yang kembali kepada Allah tidak usah diputus ibu yang salehah lanjutkan kebiasaan itu," sarannya.
Pemaparan ini hanya membandingkan shalat Awwabin yang mengandung keutamaan dahsyat di waktu Dhuha, walaupun antara waktu Maghrib dan Isya juga bisa mendapat ganjaran pahala.
"Ini hanya menjelaskan bahasanya shalat Dhuha disebut juga shalat awwabin," tegasnya.
Terpenting, seorang mukmin mengerjakan shalat Awwabin tetap mengikuti kaidah yang berlaku, semisal melaksanakan sesuai syaratnya minimal 2-6 rakaat.
"Jadi, memang ada shalat Awwabin adalah shalat yang dilakukan antara Magrib dengan Isya dimulai dari 2 sampai 6 rakaat selain daripada ba'diah magrib, selain daripada qabliyah Isya," pungkasnya.
Kesimpulan: Waktu terbaik shalat Awwabin sebenarnya berlangsung pada pagi hari, tepatnya ketika mengerjakan shalat Dhuha, meskipun antara waktu Maghrib dan Isya juga mengandung keutamaan besarnya.
(hap)