news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buya Yahya ingatkan kebiasaan ini wajib dihindari agar tidak pengaruhi pahala puasa Ramadhan.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Jangan Sekali-kali Lakukan Kebiasaan ini saat Puasa Ramadhan, Bukannya Nambah Pahala Malah Sia-sia Kata Buya Yahya

Pendakwah karismatik Buya Yahya menjelaskan pahala dari ibadah puasa selama bulan Ramadhan hanya menjadi sia-sia selama kebiasaan ini tidak bisa dihindari.
Sabtu, 22 Februari 2025 - 17:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya mengingatkan ada beberapa kebiasaan, yang setidaknya mempengaruhi pahala puasa Ramadhan.

Kebiasan-kebiasaan ini, menurut Buya Yahya, harus dihindari selama mengarungi ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat berkah. Buya Yahya menyarankan jangan sampai kebiasaan ini menyebabkan pahala berpuasa hanya sia-sia.

Lantas, apa saja kebiasaan menyebabkan puasa Ramadhan tidak memberikan pahala?

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Sabtu (22/2/2025), Buya Yahya menerangkan seputar ibadah puasa Ramadhan.

Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon, Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

 

Perintah menunaikan puasa Ramadhan telah diabadikan melalui Surat Al Baqarah Ayat 183 dalam Al Quran, sebagaimana Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah, 2:183)

Ayat ini memberikan makna sebaik-baiknya orang yang bertakwa adalah tidak meninggalkan ibadah puasa.

Ayat 183 dalam Surat Al Baqarah ini mengatakan bahwa umat Muslim wajib menghindari hal-hal mengandung kemaksiatan, seperti mempertahankan syahwat atau hawa nafsu.

Tantangan terbesar umat Muslim adalah hawa nafsu selain menahan rasa lapar dan dahaga. Puasa memberikan manfaat bagaimana cara umat Muslim berpegang teguh untuk tidak melakukan perbuatan maksiat.

Buya Yahya menuturkan sering kali orang mukmi berusaha menghindari segala hal menyebabkan ibadah puasa Ramadhan tidak batal.

Ia sangat mendukung usaha mereka, walaupun sebenarnya ada yang harus diwaspadai terkait kebiasaan mampu menghilangkan pahala, meskipun ibadah puasa tidak batal.

"Ada hal yang tidak membatalkan puasa, tetapi menjadikan hilangnya pahala puasa, sehingga seorang hamba yang berpuasa itu tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga," ujar Buya Yahya.

Dalam rukunnya, puasa mempertahankan sesuatu mengharapkan pahala dan ridha dari Allah SWT. Sebagaimana mereka menjaga batin agar segala ibadahnya dapat diterima oleh Allah SWT.

Umat Muslim minimal setidaknya wajib menjaga segala perilaku yang berujung kemaksiatan. Tanpa sadar menjadikan ibadah puasa lebih bermakna sesuai dengan perintah dari Allah SWT.

"Pahala ini tidak kelihatan, tidak bisa dibeli, dan hanya Allah SWT yang tahu mengenai hal tersebut," terang dia.

Dalam sebuah hadis riwayat, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan, seperti membuka pintu-pintu surga dan menutup rapat-rapat seluruh pintu neraka.

Buya Yahya menyayangkan hal itu tidak berarti, selagi kebiasaan melontarkan kalimat tidak pantas dan perilaku yang tak mengarah tujuan puasa, masih banyak umat Muslim sulit mengendalikannya.

"Kalau berpuasa ini hendaknya kita hindari dari kalimat-kalimat kotor atau jorok, membangkitkan syahwat, menjadikan sebab pertikaian, menjadikan sebab orang bermaslahat," jelasnya.

Ia menjelaskan seputar jahal sesuatu yang sangat berbahaya, walaupun tanpa sadar mereka telah melakukannya.

Perbuatan jahal ini menyebabkan adanya pertikaian dan adu domba terhadap orang lain. Kebiasaan ini memang tidak pernah direnungkan namun efeknya sangat dahsyat terhadap keabsahan puasanya.

"Puasanya memang sah, tapi apabila setiap hari berkata kotor, menggunjing orang, meremehkan orang, kadang-kadang tanpa disadari kita sudah merendahkan orang. Padahal hal tersebut menjadikan pahala puasa kita terhapus," tegasnya.

Perbuatan mengutuk orang lain adalah tingkatan yang mengarah pada kezaliman. Lisan adalah faktor terpenting agar tetap diwaspadai selama berpuasa di Ramadhan.

Buya Yahya mengambil perbuatan Nabi Muhammad SAW yang sangat menginspirasi saat mengucap "inni shoimun". Kalimat ini bergetar saat beliau dicaci maki oleh orang-orang yang tidak menyukainya.

"Inni shoimun yang pertama kali kita ucapkan adalah untuk mengingatkan diri kita, bahwa kita sedang puasa," tuturnya.

Rasulullah SAW mengucap inni shoimun sebanyak dua kali. Kalimat yang kedua memiliki pemaknaan ditujukan kepada orang yang menzaliminya.

"Jika kita terpancing sudah pasti hinaan dan cacian yang keluar dari mulut kita akan menghapus pahala puasa kita," ucapnya.

Pengasuh LPD Al Bahjah ini berpesan hal-hal yang membuat Allah SWT murka, sebaiknya dihindarkan agar pahala puasa tetap sempurna.

"Kita tidak mudah terpengaruh oleh berita apa pun yang sampai ke telinga kita, di antaranya adalah berkata bohong dan menjerumuskan atau melakukan sesuatu tindak kebohongan," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral