news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat (UAH) jelaskan persoalan ucapan selamat Natal bagi umat Muslim.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Boleh atau Tidak Punya Keluarga Non-Muslim tapi Harus Ucap Selamat Natal? Ustaz Adi Hidayat Bagikan Cara Amannya Ternyata..

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan ada cara aman bagi seorang mualaf untuk memberikan ucapan selamat Natal kepada keluarga yang non-Muslim agar tidak haram.
Rabu, 18 Desember 2024 - 11:04 WIB
Reporter:
Editor :

Dalil Al Quran terkait larangan mengucap hari raya agama lain termaktub dalam Surat Al Furqan Ayat 72, Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا

Artinya: "Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya." (QS. Al Furqan, 25:72)

Dalam ayat ini, UAH menjelaskan bagi orang yang mualaf terkhusus umat Muslim agar senantiasa menunjukkan sikap lemah lembut.

Ia mengatakan hal ini sebagaimana untuk menjaga kehormatan sebagai Muslim sekaligus menunjukkan sikap toleransi.

"Jadi ada urusan dunia dan ibadah, spesifiknya ya pergauli orang tua perlakukan dengan cara terbaik dalam konteks kehidupan dunia, karena ini sifatnya sosial," terangnya.

Selain seorang mualaf, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mencontohkan tokoh-tokoh yang harus mengucap selamat Natal sebagaimana bentuk toleransi kepada masyarakat Indonesia.

"Misalnya Menteri Agama kan harus berinteraksi sosial, maka dalam konteks ini boleh mengucapkan Selamat Natal, tapi dengan membawa serta menyertakan jabatannya, bukan menyertakan pribadinya," jelasnya.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu membagikan tafsir dalam Surat Al Mumtahanah Ayat 8-9 terkait kebolehan mengucap selamat Natal dengan catatan hanya untuk berbuat baik.

"Konteks ayat itu adalah dalam konteks sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Meski begitu, ia mengingatkan spektrum memberikan ucapan selamat Natal tidak mengandung unsur ibadah dan ini sifatnya haram bagi umat Muslim.

Ia menegaskan pemberian ucapan ini hanya bersifat duniawi sebagaimana bentuk makhluk sosial untuk saling menghargai sesama.

"Jadi bisa diatur waktunya. Tadi sifat keduniawian, tak harus bersamaan waktu (Natal) tapi setelahnya," tuturnya.

"(beri hadiah) dengan diniatkan untuk silaturahmi, bukan terkait dengan ibadah. Jadi misalkan datang pada tanggal 26 atau 27, karena ibadahnya sudah lewat," sambung dia.

Bagaimana untuk orang mukmin yang masih ragu ingin mengucapkan selamat Natal karena didasari haram oleh agama Islam? UAH membagikan cara amannya untuk menggunakan kalimat umum.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral