news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Seorang Pria berdoa usai mengerjakan ibadah shalat.
Sumber :
  • pexels

Mengenal Keutamaan Shalat Dhuha. Berikut Ini Waktu dan Tata Cara Pelaksanaannya

Salah satu amalan shalat sunnah yang baik dikerjakan setiap hari adalah sholat dhuha. Ganjaran pahala Sholat Dhuha sama dengan orang yang bersedekah.
Senin, 17 Januari 2022 - 09:39 WIB
Reporter:
Editor :

"Waktu Dhuha ialah saat matahari mulai meninggi meninggalkan landasannya setinggi tombak. Setelah itu meninggi lagi dan mulai panas, itulah waktu utama shalat dhuha," tegasnya lagi.

Berikut ini Tata Cara Sholat Dhuha

Shalat dhuha dapat dikerjakan paling sedikit 2 rakaat, namun bisa juga dilaksanakan 4 rakaat, 6 rakaat, dan paling banyak 8 rakaat. Berikut beberapa tata cara shalat dhuha yang perlu diketahui :

1. Membaca niat shalat dhuha:

Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Rakaat pertama, membaca Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat As syams.

3. Rukuk

4. Itidal

5. Sujud

6. Duduk di antara dua sujud

7. Sujud

8. Rakaat kedua membaca Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Ad Dhuhaha.
Rukuk.

9. Itidal

10. Sujud

11. Duduk di antara dua sujud

12. Sujud

13. Tahiyat akhir

Jika ingin melaksanakan sholat dhuha 4 rakaat, pada rakaat pertama surat pendek yang dibaca dianjurkan surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat Al Ikhlas.

Doa Sholat Dhuha

Berikut beberapa bacaan doa dholat dhuha dan artinya yang bisa Anda amalkan :

Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.

Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.”

Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba‘īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.

Artinya, “Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral