Buya Yahya ungkap hukum menyimpan tas di tempat sujud saat shalat berjamaah di masjid.
Sumber :
  • Kolase Freepik & Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Takut Kehilangan, Simpan Tas di Tempat Sujud saat Shalat Berjamaah dalam Masjid, Memang Boleh? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya...

Sabtu, 22 Juni 2024 - 03:41 WIB

tvOnenews.com - Shalat berjamaah di Masjid memiliki keutamaan yang menguntungkan karena Allah SWT akan memberikan pahala berkali lipat.

Shalat berjamaah lebih menguntungkan daripada melakukan ibadah sendiri tidak pergi menuju masjid.

Terkadang banyak orang menyempatkan shalat berjamaah di masjid sambil membawa tas saat di sela-sela melakukan perjalanan.

Itu membuat tas seseorang terpaksa ditaruh di depan sajadah atau tempat sujud agar tidak hilang saat shalat berjamaah di masjid.

Lantas, apa hukum seseorang menyimpan tas di tempat sujud saat shalat berjamaah di masjid? Buya Yahya ungkap kasus ini sebagai berikut.


Ilustrasi shalat berjamaah di masjid. (Tim tvOnenews)

Bagi Anda ingin mengetahui hukum menyimpan tas di depan sajadah ketika mengerjakan shalat berjamaah di masjid, simak penjelasannya di sini!

tvOnenews.com melansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, dalam suatu ceramah, Buya Yahya menjelaskan tentang shalat berjamaah di masjid.

Pengasuh Ponpes Al-Bahjah Cirebon itu mengatakan keutamaan shalat berjamaah di masjid mendapat senilai pahala 27 derajat.

Hal ini berdasarkan dari riwayat Abdullah ibn Umar terkait keutamaan pahala senilai 27 derajat bagi yang mengerjakan shalat berjamaah di masjid, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً [رواه البخاري ومسلم]

Artinya: Diriwayatkan Abdullah ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda: "Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. al-Bukhari Nomor 609-610 & Muslim Nomor 1036 & 1039)

Kemudian, ia membagikan hukum bagi orang yang suka menaruh tas di depan sajadah saat hendak shalat berjamaah.

Menurutnya, penjelasan mengenai hal tersebut sangat penting lantaran menjadi suatu ilmu baru agar diketahui umat Muslim.

Ia menyebut seseorang menaruh tasnya di depan sajadah memang sering terjadi dan hal tersebut dimaklumi olehnya.

"Ini menarik jadi ilmu baru, apabila punya tas Pak Buk, biasanya ditaruh depannya," ujar Buya Yahya.

Biasanya banyak orang memilih simpan tasnya di depan karena takut barang-barang di dalamnya kehilangan.

Pada akhirnya mereka harus menyimpan tasnya depan sajadah karena dianggap ada dokumen penting yang tidak boleh hilang.

Ia memberikan suatu contoh ketika seseorang ikut pengajian membawa tas yang dianggap ada barang berharga di dalamnya.

Misalnya barang harga tersebut meliputi handphone, uang, kartu nama, dan dokumen penting lainnya.

Hal itu membuat seseorang harus menjaga tas tersebut diinjak kaki dan ditaruh di bagian belakangnya agar tidak hilang.

"Tidak pernah mengaji taruh di belakang di kaki, ikatnya diinjak," tuturnya.

Ia menegaskan jika seseorang tidak bisa menjaga barangnya sedang shalat berjamaah maka rentan diambil orang lain.

Ia menyampaikan setiap keadaan tidak bisa diprediksi terutama orang yang ingin jahat, seperti melakukan aksi mencuri dan sebagainya.

"Giliran lepas nengok. Makanya hapemu ilang, tas mu taruh depan, sandal bungkus plastik taruh depan," jelasnya.

Pendakwah itu pun menyatakan bahwasanya hukum menyimpan tas di tempat sujud dibolehkan ketika ingin ibadah secara berjamaah.

Ia menuturkan tas tersebut bisa dijadikan sebagai penghalang tempat shalat untuk orang yang ingin lewat depan tanpa permisi.

"Sekaligus bisa menjadi pembatas shalat," katanya.

Sesuai hadits berasal dari riwayat Abu Hurairah mengenai anjuran pembatas shalat ketika sedang berjamaah di masjid, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila seorang dari kalian shalat, hendaklah ia menjadikan sesuatu di hadapannya (sebagai sutrah). Bila tidak mendapatkan sesuatu hendaklah ia menancapkan tongkat. Bila tidak ada tongkat, hendaklah ia membuat garis dan tidak membahayakan apa yang lewat di hadapannya." (HR. Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Daruquthni, dan Baihaqi)

Ia juga berpendapat seorang Muslim menyimpan tas di tempat sujud agar ibadahnya tetap khusyuk.

Pria bernama asli KH. Yahya Zainul Ma'arif itu menerangkan jika suatu tas atau barang lain disimpan tempat lain berpotensi shalat seseorang tidak fokus.

Saat itu seseorang memikirkan terhadap barang bawaannya dan menyebabkan shalat tidak sah menjadi pemicu timbulnya suatu gerakan tambahan.

"Allah senantiasa menghadap kepada hamba-Nya dengan rahmat, pengkabulan dan pahala di dalam shalat hamba-Nya, asalkan tidak tolah-toleh," tandasnya.

Kesimpulan: Hukum menyimpan tas di tempat sujud saat melaksanakan shalat berjamaah maka dibolehkan selagi tidak mengganggu khusyuk ibadahnya.

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
02:46
01:57
09:29
02:21
02:42
37:55
Viral