- Istimewa
Wahai Para Istri, Bersabarlah!
Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhri yang mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya saat Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kepadanya agar memberitahukan hal ini kepada istri-istrinya. Istri yang mula-mula didatangi Rasulullah adalah dia(Aisyah) sendiri, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya aku akan menuturkan kepadamu suatu urusan, maka janganlah engkau tergesa-gesa mengambil keputusan sebelum meminta pendapat dari kedua ibu bapakmu. Rasulullah telah mengetahui bahwa kedua orang tuaku (Aisyah) belum pernah memerintahkan kepadaku untuk berpisah dari beliau. Kemudian Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menurunkan firman-Nya: Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu. (Al-Ahzab: 28), hingga akhir kedua ayat berikutnya. Maka aku menjawab, "Apakah karena urusan itu aku diperintahkan untuk meminta saran kepada kedua orang tuaku? Sesungguhnya aku hanya menginginkan Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat."
Adapun imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan sebab turun ayat ini
bahwa suatu ketika sahabat Abu Bakar radhiyallahu 'anhu datang dan meminta izin untuk menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Pada saat itu orang-orang berada di depan pintu rumah beliau sedang duduk-duduk menunggu. Sedangkan Nabi sedang duduk di dalam rumahnya, beliau tidak mengizinkan Abu Bakar untuk masuk. Kemudian datanglah Umar radhiyallahu 'anhu dan meminta izin untuk masuk, tetapi ia pun tidak diizinkan masuk. Tidak lama kemudian Abu Bakar dan Umar diberi izin untuk masuk, lalu keduanya masuk. Saat itu Nabi sedang duduk, sedangkan semua istrinya berada di sekelilingnya, beliau hanya diam saja. Umar berkata dalam hatinya bahwa ia akan berbicara kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam suatu pembicaraan yang mudah-mudahan akan membuat beliau dapat tersenyum. Maka Umar berkata, "Wahai Rasulullah, seandainya anak perempuan Zaid (yakni istri dia sendiri) meminta nafkah kepadaku, pastilah aku akan menamparnya." Maka Nabi tersenyum sehingga gigi serinya kelihatan, lalu bersabda: Kebetulan mereka pun yang ada di sekelilingku ini meminta nafkah kepadaku. Maka Abu Bakar bangkit menuju tempat Aisyah dengan maksud akan memukulnya. Umar bangkit pula menuju tempat Hafsah dengan maksud yang sama. Lalu keduanya berkata, "Kamu berdua meminta kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam nafkah yang tidak ada padanya?" Tetapi Nabi melarang keduanya. Dan semua istri beliau berkata, "Demi Allah, kami tidak akan lagi meminta kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam sesudah pertemuan ini sesuatu yang tidak ada padanya." Dan Allah menurunkan ayat khiyar, lalu beliau memulainya dari Aisyah, Beliau bersabda, "Sesungguhnya aku akan menceritakan kepadamu suatu urusan yang aku tidak suka bila engkau tergesa-gesa mengambil keputusan tentangnya sebelum engkau meminta saran dari kedua orang tuamu." Aisyah bertanya, "Urusan apakah itu?" Maka Nabi membacakan kepadanya firman Allah Ta'ala: Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu. (Al-Ahzab: 28), hingga akhir ayat. Aisyah berkata, "Apakah berkenaan dengan engkau aku harus meminta saran kepada kedua orang tuaku? Tidak, bahkan aku tetap memilih Allah subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya. Dan aku meminta, sudilah engkau tidak menceritakan kepada istrimu yang lain tentang pilihanku ini." Maka Rasulullah menjawab: