- Anadolu Agency
Mengenal Buraq, Hewan yang Dinaiki Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj
“Nasi SAW menyampaikan, Saya diperlihatkan dan dipersiapkan satu hewan tunggangan yang bukan bigon,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Bigon itu kata Ustaz Adi Hidayat merupakan campuran kuda dengan keledai.
“Bigon, kuda terhebat pada masanya,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
“Tidak setinggi bigon tidak serendah keledai, disebut Nabi SAW buraq,” sambung Ustaz Adi Hidayat.
Bagaimana tahunya buraq kalau beraktivitas?
“Dalam hadits Muslim 164, ia bergerak secepat pandangannya,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
“Karena kilatannya akan sampai pada tujuan hanya sebatas penglihatan saja,” sambung Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa peristiwa Isra Miraj dan termasuk buraq adalah perkara keimanan.
Setiap Muslim harus percaya dan yakin dulu dan jangan pernah meragukannya.
“Jangan bilang pakai masa si, kalau iman jangan pakai kata masa, yakin dulu. Saat di akhirat nanti akan Allah tampakkan,” tandas Ustaz Adi Hidayat.
Hadits Lain Tentang Buraq
Selain hadits Bukhari dan Muslim yang dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat, penjelasan Buraq salah satunya ditemukan dalam hadits berikut ini, dilansir dari Qur’an Kementerian Agama (Kemenag), tafsir tahili surat Al Isra ayat 1.
“Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu binatang putih lebih besar dari himar, dan lebih kecil dari bigal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata. Kemudian saya mengendarainya, lalu ia membawaku sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Kemudian saya mengikatnya pada tempat para nabi mengikatkan kendaraannya. Kemudian saya shalat dua rakaat di dalamnya, lalu saya keluar. Kemudian Jibril membawa kepadaku sebuah bejana yang berisi minuman keras (khamar) dan sebuah lagi berisi susu; lalu saya pilih yang berisi susu, lantas Jibril berkata, “Engkau telah memilih fitrah sebagai pilihan yang benar.” (Riwayat Aḥmad dari Anas bin Mālik)
Nabi-nabi Siapa Saja yang Ditemui Rasulullah SAW di Setiap Tingkatan Langit?
Mengenal Buraq, Hewan yang Dinaiki Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj (ANTARA)
Dalam buku Sirah Nabawiyah, dijelaskan bahwa setelah Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Ibnul Qayyim berkata, “Menurut riwayat yang shahih bahwa