- pixabay/sammy-sander
Benarkah Dosa Ghibah Tidak Bisa Dihapus dengan Shalat, Puasa atau Haji Sekalipun? Buya Yahya: Urusanmu dengan Manusia, Ya Selesaikan!
Namun Buya Yahya mengingatkan bahwa Allah SWT Maha Penyayang, oleh karenanya, ada cara bertaubat yang disarankan bagi yang memiliki dosa ghibah.
“Kalau masih ada orangnya selesaikan urusanmu dengan dia dan jika memungkinkan ada cara taubat,” kata Buya Yahya.
Berikut yang diajarkan oleh Rasulullah bagi yang terlanjur ghibah.
“Nabi mengajarkan jika engkau sudah terlanjur menggunjing seseorang, pertama pastikan kau akan berhenti menggunjing,” kata Buya Yahya.
Jika tidak berhenti maka pahala akan habis.
“Pahala ambil kembali dengan cara berhenti ghibah,” saran Buya Yahya.
Cara Taubat dari Ghibah
Benarkah Dosa Ghibah Tidak Bisa Dihapus dengan Shalat, Puasa atau Haji Sekalipun? Buya Yahya: Urusanmu dengan Manusia, Ya Selesaikan! (Sumber: pixabay)
Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa ada dua cara taubat bagi yang pernah melakukan ghibah atau menggunjing orang, berikut penjelasannya.
Taubat Pertama
Cara taubat dari ghibah yang pertama adalah dengan mengatakan kebaikan orang tersebut di tempat Anda menjelekkannya.
“Kemudian cara bertaubatnya bagaimana? Pertama adalah seperti engkau menyebut kejelekannya, maka sebutlah kebaikan di tempat engkau pernah menyebut kejelekannya,” ujar Buya Yahya.
“Sebutlah kebaikannya di tempat engkau menyebut kejelekannya,” sambung Buya Yahya.
Taubat Kedua
Kemudian cara taubat dari ghibah yang kedua kata Buya Yahya adalah dengan memohon ampunan untuk kita dan dirinya.
“Beristighfarlah untukmu dan dia,” saran Buya Yahya.
“Mintalah engkau ampunan kepada Allah, untukmu dan dia,” lanjut Buya Yahya.
Berikut lafadz doa taubat dari ghibah, arab dan latin serta artinya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ
Allahummaghfirli wa lahu
Artinya: Ya Allah, ampuni diriku dan dia
“Setiap ingat itu, Anda membaca doa Allahummaghfirli wa lahu,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya mengingatkan yang utama adalah berhenti ghibah atau menggunjing.
“Kemudian setelah itu ya taubatlah. Menyesal tidak akan mengulangi lalu berusaha untuk menyebut kebaikannya,” kata Buya Yahya.
Kemudian Buya Yahya juga menyarankan agar setiap Muslim selalu dapat melihat sisi baik dari setiap manusia.