news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tafsir Surah Al Isra Ayat 79: Lakukan Shalat Tahajud.
Sumber :
  • pixabay

Tafsir Surah Al Isra Ayat 79: Lakukan Shalat Tahajud

Salah satu yang tercantum dalam Al-Qur’an adalah perintah untuk shalat tahajud. Berikut ayat yang berisi perintah tahajud, lengkap dengan arti dan tafsirnya.
Sabtu, 11 November 2023 - 03:36 WIB
Reporter:
Editor :

Dari hadits-hadits Nabi yang shahih, yang diriwayatkan dari ‘A’isyah dan Ibnu ‘Abbās dipahami bahwa Nabi Muhammad saw bangun untuk mengerjakan shalat tahajud, setelah beliau tidur.

Kebiasaan Nabi ini dapat dijadikan dasar hukum bahwa shalat tahajud itu sunnah dikerjakan oleh seseorang, setelah tidur beberapa saat di malam hari, kemudian pada pertengahan malam hari ia bangun untuk shalat tahajud.

Kemudian Allah swt menerangkan bahwa hukum shalat tahajud itu adalah sebagai ibadah tambahan bagi Rasulullah di samping salat lima waktu. 

Oleh karena itu, hukumnya bagi Rasulullah adalah wajib, sedang bagi umatnya adalah sunah.

Dalam ayat ini, diterangkan tujuan shalat tahajud bagi Nabi Muhammad ialah agar Allah SWT dapat menempatkannya pada maqāman maḥmūdan (di tempat yang terpuji).

Yang dimaksud dengan maqāman maḥmūdan ialah syafaat Rasulullah saw pada hari kiamat. 

Pada hari itu manusia mengalami keadaan yang sangat susah yang tiada taranya. 

Yang dapat melapangkan dan meringankan manusia dari keadaan yang sangat susah itu hanyalah permohonan Nabi Muhammad saw kepada Tuhannya, agar orang itu dilapangkan dan diringankan dari penderitaannya. 

Diriwayatkan oleh at-Tirmiżī dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw berkata, “Maksud maqāman maḥmūdan dalam ayat ini ialah syafaatku.” (hadts hasan sahih) 

Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabarī mengatakan bahwa kebanyakan para ahli berkata, 

“Yang dimaksud dengan maqāman maḥmūdan itu ialah suatu kedudukan yang dipergunakan oleh Rasulullah saw pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada manusia, agar Allah swt meringankan kesusahan dan kesulitan yang mereka alami pada hari itu.”

Diriwayatkan oleh an-Nasā’ī, al-Ḥākim, dan segolongan ahli hadis dari Hużaifah, 

“Allah mengumpulkan manusia pada suatu daratan yang luas pada hari kiamat, mereka semua berdiri dan tidak seorang pun yang berbicara pada hari itu kecuali dengan izin-Nya. Orang-orang yang mula-mula diseru namanya ialah Muhammad, maka Muhammad berdoa kepada-Nya. Inilah yang dimaksud dengan maqāman maḥmūdan dalam ayat ini.

Diriwayatkan oleh al-Bukhārī dari Jabir bin ‘Abdullāh bahwa Rasulullah saw bersabda:

Berita Terkait

1
2
3 4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral