- ANTARA
Kisah Jemaah Haji: Mimpi dan Harapan Menuju Baitullah dalam Setiap Adonan Kue
Keranjangnya dipenuhi dengan berbagai macam kue yang indah dan menggugah selera, ia menyusuri sepanjang jalan, menjual kue-kue tersebut dengan senyum ramah dan hangat kepada para pelanggan.
Usaha kue itu mereka lakukan untuk melanjutkan hidup setelah keduanya ditinggal pergi suami tercinta yang hanya terpaut beberapa tahun.
Suami Suhriah meninggal tahun 1993, sedangkan suami Nur meninggal pada 1997.
Keduanya berjuang sebagai penjual kue untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil, baik pangan, sandang, sampai menyelesaikan pendidikan hingga sekolah tingkat atas.
Setiap hari, mereka menghasilkan kue lezat yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari dan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka.
Selain berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keduanya tidak pernah memupuskan mimpi untuk bisa menunaikan Rukun Islam kelima, yakni naik haji ke Baitullah.
Ka'bah (ant)
Meskipun pendapatan dari keuntungan menjual kue tidak tergolong banyak, mereka tetap tekun menyisihkan uangnya untuk ditabung.
Kerinduannya untuk memenuhi panggilan Allah ke Tanh Suci Mekkah, telah mengalahkan logika besarnya keuntungan dengan tekad menabung sedikit demi sedikit.
Tabungan itu, berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Keduanya memanfaatkan jasa menabung di bank milik pemerintah.
Pada tahun 2013, impian pergi ke Tanah Suci semakin dekat, saat mereka berhasil mengumpulkan dana yang dibutuhkan.
Seiring semakin bertambahnya warga yang mampu pergi naik haji, Nur dan Suhriah haru bersabar menunggu antrean berangkat, sebagai calon haji lainnya.
Bukan hanya karena semakin banyaknya peminat, pandemi Covid-19 yang melanda dunia, hingga ke Indonesia, juga mendidik jiwa Mato bersaudara untuk bersabar.
Meskipun demikian, semangat dua Mato itu tidak pernah padam, hingga pada 2023 ini, keduanya mendapat kabar berangkat ke Tanah Suci Mekkah.
Mendapat kabar kepastian berangkat itu, tubuh Suhriah Mato (73 tahun) mendadak gemetar. Detak jantungnya berdegup kencang, tak kuasa menahan bahagia bercampur kaget.
Demikian juga saat prosesi keberangkatan dari rumahnya, Jumat (16/6/2023), keduanya tidak dapat menyembunyikan rasa haru, terutama saat bersalaman dan berpelukan dengan warga di Kelurahan Istiqlal, Kampung Arab.