news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Sumber :
  • tim tvOne

9 Alasan Muhammadiyah Gunakan Metode Hisab dalam Tentukan Kapan Lebaran

PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat (21/4/2023). Penetapan itu merupakan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
Kamis, 20 April 2023 - 14:42 WIB
Reporter:
Editor :

Dalam keadaan umat Islam yang kini telah tersebar luas, rukyat dianggap tidak dapat mencakup seluruh permukaan bumi saat visibilitas pertama.

3. Rukyat Bukan Ibadah, Tapi Sarana

Metode rukyat bukan bagian dari ibadah mahdhah, melainkan alat untuk menentukan waktu. 

Penggunaan rukyat tidak memungkinkan kita meramalkan tanggal jauh hari ke depan karena kepastian tanggal baru diketahui sehari sebelum bulan baru pada setiap bulan. 

Sebagai alat, rukyat dapat diubah dengan model penghitungan secara eksak demi tercapainya suatu tujuan. 

Dalam hadits Nabi SAW tentang penentuan awal bulan, yang menjadi ibadah mahdhah adalah puasa, bukan rukyat.

4. Rukyat Tak Bisa Digunakan Untuk Kalender Unifikatif

Pembuatan kalender mau tidak mau harus menggunakan perhitungan astronomis, karena sangat mustahil manajemen waktu terbuat dari aktivitas mengamati hilal. 

Akan sangat merepotkan bila pembuatan kalender menggunakan rukyat, karena cakupannya sangat bersifat terbatas pada letak geografis tertentu pada hari pertama visibilitas hilal. 

Hal ini dikatakan Muhammadiyah akan berakibat pada berbedanya tanggal hijriyah di berbagai tempat.

5. Rukyat Tak Dapat Ramalkan Tanggal Jauh Hari ke Depan

Penggunaan rukyat tidak dapat menyatukan hari-hari raya Islam di seluruh dunia, serta tidak dapat menata sistem waktu secara prediktif ke masa depan maupun ke masa lalu. 

6. Rukyat Tak Bisa Satukan Awal Bulan Islam Secara Global

Metode rukyat tidak dapat menyatukan seluruh dunia dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. 

Misalnya, sebagian bumi sebelah barat telah bisa melihat hilal sehingga akan memulai bulan kamariah baru keesokan harinya, sementara muka bumi sebelah timur pada hari yang sama tidak dapat melihat hilal sehingga memulai bulan kamariah baru lusa. 

Hal ini mengakibatkan tanggal hijriah jatuh berbeda. Sederhananya, hilal yang terlihat di Indonesia berlaku bagi kawasan Indonesia dan tidak berlaku pada kawasan Afrika.

7. Jangkauan Rukyat Terbatas

Dalam kenyataan riil, rukyat tidak bisa meliputi seluruh kawasan dunia. Apalagi rukyat saat visibilitas pertama hanya meliputi sebagian muka bumi. 

Pada saat di suatu bagian dunia sudah terlihat hilal, daerah lain belum mengalaminya, bahkan di tempat itu bulan masih di bawah ufuk.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral