- istockphoto.com
Waduh Pasutri Belum Mandi Junub, Apakah Sah Puasa Ramadan? Begini Pendapat Ustaz Abdul Somad
"Larangan bagi orang yang berhadas besar itu adalah, masuk masjid, memegang Quran, membaca Quran, sholat, puasa, tawaf," terang Abdul Somad.
Di luar hal tersebut, termasuk puasa maka ibadahnya masih dianggap sah dan bisa diterima, asal pasutri tidak terus menerus menunda mandi junub setelah berhubungan intim.
Perlu juga diketahui tata cara mandi junub yang dilakukan Rasulullah SAW. Membersihkan diri dengan mandi terutama usai berhubungan badan antara suami istri adalah wajib dilakukan oleh setiap muslim.
Dengan membersihkan badan secara tepat dan menyeluruh, dapat memberikan pahala serta keberkahan diantara keduanya.
Cara mandi wajib yang diajarkan Nabi Muhammad SAW
Dalam sunnahnya, Nabi Muhammad selalu berhubungan suami istri setiap malam hari, dan tak pernah ada riwayat yang mengatakan beliau berhubungan di siang hari.
Usai berhubungan badan, Nabi Rasulullah SAW selalu langsung membersihkan diri dengan mandi junub.
Mandi junub berasal dari kata janab, yang berarti semua sisi tersapu bersih. Artinya, mandi junub harus mampu membersihkan setiap kotoran sekecil apapun yang ada di sela-sela terkecil di bagian tubuh.
Menurut hadist istri nabi, Aisyah, ada empat tahapan Rasulullah dalam melakukan mandi junub:
1. Pertama, mengambil air di gayung lalu membasuh kedua tangan.
2. Kedua, Nabi Muhammad SAW selalu berwudhu seperti untuk sholat.
3. Ketiga, tuang air di gayung ke tangan lalu gunakan untuk membasahi sela-sela rambutnya.
4. Terakhir, membasuh badan secara keseluruhan.
Sementara menurut Hadist istri nabi lainnya, Maimunah, terdapat empat cara juga, namun ada sedikit perbedaan.
1. Pertama, ambil air untuk membasuh kemaluan dengan tangan kiri.
2. Kedua, membasahi sela-sela rambut. Bagi perempuan, boleh diikat untuk kemudian diguyur agar merata.
3. Ketiga setelah itu, berwudhu namun tidak sampai kaki.
4. Keempat siram kepala dan badan secara menyeluruh.
Dari dua riwayat tersebut, kemudian para ulama menggabungkannya menjadi beberapa tahapan, yakni:
1. Pertama, mencuci tangan terlebih dahulu.
2. Kemudian, basuh kemaluan dengan tangan kiri.
3. Setelahnya, cuci tangan pakai sabun.
4. Lalu, basahi sela-sela rambut, kemudian basuh kepala.
5. Selanjutnya wudhu seperti layaknya untuk sholat, sampai kaki.