news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews.com

Kepsek di Jabar Berbondong-bondong Tanggapi Gagasan Gubernur KDM, Sepakat Dukung Program Sekolah Manusia Unggul

Sejumlah kepala sekolah (kepsek) SMA mendukung gagasan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) ingin menjalankan program Sekolah Manusia Unggul (Sekolah Maung).
Jumat, 24 April 2026 - 22:34 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Sejumlah kepala sekolah (kepsek) SMA di Jawa Barat menyikapi program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Program ini berasal dari gagasan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).

Beberapa kepsek SMA di Jabar memberikan pernyataannya. Mereka sepakat mendukung program Sekolah Maung yang digagas oleh KDM.

Mereka menilai program yang diinisiasikan KDM menjadi langkah strategis. Tujuannya mengoptimalkan peserta didik hingga mempengaruhi pada peningkatan kualitas pendidikan di Jabar.

Kepala SMAN 1 Bekasi, Mukaromah memberikan pendapatnya. Bagi dia, Sekolah Maung hadir sebagai jawaban kerinduan terhadap sekolah unggulan di masa sebelumnya.

"Dulu kita mengenal sekolah unggulan seperti RSBI dengan berbagai programnya. Sekarang, ini seperti mimpi yang menjadi nyata," ujar Mukaromah dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Apa Saja Pendapat Kepsek SMA di Jabar terkait Sekolah Maung Gagasan KDM?

Ilustrasi siswa SMA
Sumber :
  • Envanto

Mukaromah kembali berpendapat terkait kehadiran program ini. Ia menilai Sekolah Maung mengarahkan setiap kota maupun daerah mempunyai sekolah unggulan.

Menurutnya, kehadiran sekolah unggulan di setiap kota sangat dinantikan oleh semua guru, khususnya pihak sekolah di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, kata dia, para siswa maupun alumni juga menginginkan sekolahnya menjadi yang terbaik. Mereka berharap tempat pendidikannya masuk kategori unggulan.

Dengan adanya program Sekolah Maung, Mukaromah berharap kualitas pendidikan di Jabar terdorong untuk menjadi yang terdepan. Selain itu, kehadiran program ini juga memberikan kontribusi nyata mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.

Senada dengan Mukaromah, Kepala SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati memberikan dukungan penuhnya terhadap kebijakan yang digagas oleh Dedi Mulyadi.

"Sekolah Maung diharapkan menjadi ruang bagi lahirnya sumber daya manusia unggul, baik dari sisi guru, murid, maupun dukungan orang tua," ucapnya dengan penuh harapan.

Menurut Elis, program Sekolah Maung sebagai jalan membuka lebih luas untuk para siswa. Siswa yang prestasi dapat mempunyai akses pendidikan sesuai potensi mereka.

"Ini juga menjadi peluang bagi siswa SMP dan MTs untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan prestasi yang dimiliki," jelasnya.

Selain Kepsek SMAN 1 Bekasi dan SMAN 2 Cibinong, Kepsek SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi turut memberikan pendapatnya. Sekolah Maung dinilai sebagai program mengoptimalisasi potensi.

"Ini bukan diskriminasi, tetapi optimalisasi," tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa, masih banyak siswa yang belum mendapat pelayanan dengan baik. Maksudnya, terdapat siswa tidak mendapat kesempatan untuk terlayani secara maksimal.

"Dengan adanya Sekolah Maung, mereka yang memiliki potensi lebih dapat difasilitasi untuk berkembang secara optimal," tambahnya.

Ia berpendapat motivasi siswa terus meningkat dengan kehadiran sekolah unggul. Ia meyakini para siswa berlomba-lomba untuk menggaet prestasi guna bisa menjadi bagian dari Sekolah Maung.

"Jangan sampai potensi besar justru tidak berkembang. Sekolah Maung bisa menjadi ruang untuk mendorong siswa menjadi lebih luar biasa dan berani mengejar cita-citanya," jelasnya.

Kenapa Dedi Mulyadi Gagas Program Sekolah Maung?

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • youtube

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengungkap rencana pembangunan pendidikan melalui Sekolah Maung pada awal 2026. Ia mengabarkan kebijakan ini akan mulai direalisasikan pada tahun ini.

Ia mendefinisikan kata "Maung". Baginya, kata ini sebagai akronim dari Manusia Ungguul.

Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan, Sekolah Maung merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Ia menginginkan banyak sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain itu, Gubernur Jabar ini juga menginginkan sumber daya manusia di Jabar selalu adaptif. Para siswa harus memiliki bekal untuk mampu bersaing dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman.

Terkini, Dedi Mulyadi menyampaikan pihaknya sedang melakukan tahap identifikasi sekolah. Nantinya, ada sekolah yang menjadi bagian dari program Sekolah Maung.

"Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi," ungkap KDM di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, konsep Sekolah Maung tidak menyasar pada pencapaian akademik. Siswa prestasi non-akademik seperti olahraga, seni hingga industri kreatif juga bisa berkesempatan mengikuti program ini.

"Dua hal ya, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ," bebernya.

Dedi Mulyadi memberikan konsep pembagian kelasnya. Kata dia, hal ini mengacu pada minat dan bakat siswa.

"Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif, fokusnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," tuturnya.

Ia mengatakan, pembangunan sekolah baru untuk kebutuhan program tersebut tidak akan dilakukan oleh Pemprov Jabar. Peluang dari kebijakan ini justru memanfaatkan berbagai sekolah unggulan di setiap daerah.

"Misalnya gini, di Bandung ada SMAN 3, di Subang ada SMAN 1. Setiap kabupaten pasti selalu ada sekolah favorit," terangnya.

Ia memastikan sekolah-sekolah favorit yang terpilih akan mendapat fasilitas sebagai pendukung kelancaran program ini. Contoh sederhananya mulai dari ruang kelas hingga teknologi.

KDM kemudian membicarakan sistem penerimaan siswa. Ia menegaskan, prosesnya tetap sama berbasis pendaftaran, seleksi, prestasi akademik maupun non-akademik.

Ia memastikan pembiayaan untuk mengikuti program Sekolah Maung gratis. Akan tetapi, ia akan membicarakan terkait kontribusi dari orang tua siswa yang mampu dari segi ekonomi.

"Nanti itu kita sedang pelajari dan kita komunikasikan agar tidak boleh ada yang melanggar," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral