- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Jumpai Pemuda Sakit Kronis Tetap Cari Nafkah, Langsung Beri Tambahan Modal dan Sepeda Listrik
tvOnenews.com - Pertemuan tak terduga ini langsung menyentuh hati. Dedi Mulyadi dibuat terdiam saat melihat seorang pemuda 18 tahun tetap berjuang mencari nafkah di tengah kondisi kesehatan yang tak mudah. Yang terjadi setelahnya benar-benar di luar dugaan.
Pemuda bernama Al itu diketahui sedang berjualan jamur keliling menggunakan sepeda tua yang kondisinya memprihatinkan. Di balik perjuangannya, tersimpan kisah berat yaitu ia merupakan anak pertama dari lima bersaudara, dengan ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tak menentu.
Saat berbincang, Dedi Mulyadi menanyakan alasan Al tidak melanjutkan sekolah. Pemuda itu mengaku hanya lulusan SD. Tak lama kemudian, sang ibu yang berada di lokasi menjelaskan kondisi anaknya.
Dedi Mulyadi dan Al, Pemuda Penjual Jamur. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
“Adiknya banyak,” ujar sang ibu.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun menanggapi dengan nada tegas.
“Kenapa anak banyak-banyak? Anak banyak-banyak tuh begini, gak keurus,” ucapnya.
Ia juga sempat menanyakan rencana keluarga tersebut ke depan.
“Sekarang cara ibu agar tidak jadi anak gimana?” tanya Dedi.
“KB suntik,” jawab sang ibu.
Diketahui, Al mulai mengalami penyakit tersebut sejak usia 10 tahun saat duduk di bangku kelas 5 SD. Meski begitu, ia tetap berusaha membantu keluarga dengan berjualan jamur.
Dari hasil jualannya, Al biasanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp30 ribu per hari. Ia bahkan menyisihkan Rp5 ribu untuk ditabung, sementara sisanya diberikan kepada sang ibu untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras.
Melihat kondisi sepeda yang digunakan, Dedi Mulyadi pun langsung memeriksanya. Sepeda itu terlihat sangat tidak layak pakai, rantainya berkarat dan stangnya goyang seperti hampir copot.
Setelah membeli sisa dagangan Al, Dedi kembali bertanya soal penghasilan hari itu.
Al pun menghitung dan menyebutkan total Rp35 ribu.
Tak disangka, Dedi justru meminta Al memberikan uang tersebut kepada seorang anak kecil di dekatnya. Tak lama kemudian, ia memberikan bantuan dalam jumlah besar.
Awalnya, Dedi Mulyadi memberikan sekitar Rp1,4 juta. Namun, melihat kegigihan Al, ia menambahkannya hingga mencapai Rp4 juta.
“Nanti beli sepeda, ingat ya! Beli sepeda yang bener sepedanya. Jualannya harus serius ya,” ujar Dedi, yang langsung disambut anggukan Al.
Ia juga memberikan pesan tambahan agar usaha tersebut dijalankan lebih baik.
“Terus beli tempat jualannya yang bener. Tidak boleh hanya sekedarnya, jadi juaranya yang betul,” lanjutnya.
Bahkan, Dedi menyarankan agar Al membeli kendaraan yang lebih memudahkan mobilitasnya.
“Bila perlu kamu belinya sepeda listrik ya,” ucapnya sambil kembali memasukkan uang ke dalam keranjang dagangan Al.
Mendapat bantuan tersebut, Al tak kuasa menahan haru. Ia langsung menangis di hadapan Dedi Mulyadi.
Sebelum meninggalkan lokasi, Dedi juga berpesan kepada sang ibu.
“Ingat amanat saya ya, beliin sepeda listrik untuk dia jualan, jadi biar nanjaknya enggak susah.”
Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan yang ia anggap penting bagi masyarakat.
“Ini pelajaran penting bagi warga Jawa Barat, anak jangan terlalu banyak, ya,” tutupnya.
Kisah ini menjadi gambaran nyata perjuangan hidup seorang pemuda yang tetap gigih, sekaligus momen kepedulian yang meninggalkan kesan mendalam.
(anf)