- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Di Hadapan Dedi Mulyadi, Pecah Tangis 9 Murid SMAN 1 Purwakarta saat Sungkem dan Minta Maaf ke Bu Guru Atun
tvOnenews.com - Suasana penuh haru menyelimuti SMAN 1 Purwakarta ketika sembilan murid yang sebelumnya viral karena mengolok-olok guru mereka akhirnya meminta maaf secara langsung.
Momen tersebut bahkan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang turun tangan menangani kasus ini.
Seperti diketahui, kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan perilaku tidak pantas sejumlah murid terhadap guru mereka, Bu Atun.
Aksi tersebut menuai kecaman luas dari warganet dan berbagai pihak.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM segera mengambil langkah.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Ia mengusulkan sanksi edukatif berupa kegiatan bersih-bersih sekolah selama tiga bulan bagi para siswa yang terlibat.
Tak hanya itu, ia juga datang langsung ke sekolah untuk memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik.
Dalam kunjungannya, KDM menyaksikan langsung momen penting ketika sembilan murid tersebut akhirnya memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Bu Atun.
Dengan penuh emosi, satu per satu siswa maju dan melakukan sungkem.
"Silahkan minta maaf ke gurunya. Guru kamu itu sangat luar biasa, memaafkan kamu, berlinang air mata dan tidak merasa kamu dianggap bersalah, tapi kamu dianggap khilaf," ujar KDM.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Suasana pun berubah menjadi sangat mengharukan.
Tangis pecah di ruangan tersebut saat para siswa bersimpuh di hadapan guru mereka.
Bu Atun, dengan penuh ketulusan, menerima permintaan maaf itu dan justru membalas dengan doa serta nasihat yang menyentuh.
“Jadi orang yang lebih baik ya,” kata Bu Atun pada murid pertama yang sungkem.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang baik memang tidak mudah, namun selalu bisa diusahakan dengan niat yang kuat.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Dari dulu juga ibu sudah sering mengingatkan kan. ibu sering menyampaikan tidak mudah jadi orang baik, karena banyak tantangan, tapi tidak sulit untuk berbuat baik kalau ada niat. Ibu suka menegur karena ibu sayang, InsyaAllah jadi orang sukses dan jadi anak baik,” lanjutnya.
Bu Atun berharap kesalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa.
“Mudah-mudahan khilaf ya, tidak terjadi lagi,” nasihat Bu Atun.
Ia bahkan mengaku terkejut karena salah satu murid yang terlibat dikenal sebagai siswa aktif di kelas.
“(Kamu) anak yang luar biasa anak yang aktif di kelas yang hebat, kenapa begini, ibu teh kaget,” ucap Bu Atun pada salah satu muridnya.
Dengan suara bergetar, salah satu murid pun menyampaikan penyesalannya.
"Maaf ya ibu," kata salah satu muri sambil terisak.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Tak berhenti di situ, Bu Atun terus memberikan pesan agar para siswa tidak hanya berhenti pada penyesalan, tetapi juga benar-benar berubah menjadi lebih baik.
“Semangat belajar ya, kalau kita salah istighfar melakukan perubahan, jangan suka membela diri karena tidak akan lebih baik, harus niat merubah diri,” lanjut Bu Atun.
Ia juga menyinggung pentingnya memahami nilai toleransi, bukan sekadar teori.
“Neng suka ngomong soal toleransi, tapi kenapa juga hanya teori, hanya mampu mengimplementasikan makna toleransi,” kata Bu Atun pada salah satu muridnya yang berbeda keyakinan.
Menurutnya, kesuksesan tidak lepas dari semangat untuk terus memperbaiki diri.
“Ibu selalu ngomong, sukses itu semangat, semangat merubah diri,” tambahnya.
Di akhir, Bu Atun menegaskan bahwa ia telah memaafkan para siswa sejak awal dan terus mendoakan mereka.
“Udah dimaafkan dari kemarin, udah didoakan, insyaAllah panjang umur, sehat terus. Doakan ibu ya, kalau ibu ada kesalahan,” ucapnya.
(gwn)