- Instagram/s_tjo
Selain Dikenal Gubernur Cantik dan Terkaya, Sherly Tjoanda Sabet Penghargaan Kartini Berkat Kiprah Memimpin Malut
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sukses menorehkan penghargaan Hari Kartini. Ia menerima pengakuan kategori Anugerah Kartini Infrastruktur Daerah 2026 dari bentuk hasil memimpin Provinsi Malut.
Penghargaan diterima Sherly Tjoanda bagian dari upaya mengapresiasi perempuan yang berusaha menunjukkan peran dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Ia mendapat penghargaan dari acara Anugerah Kartini Infrastruktur 2026 yang digelar pada Rabu, 22 April 2026. Gelaran ini sebagai wadah kisah perempuan menunjukkan kinerjanya secara serius.
Meski tidak hadir secara langsung, Sherly Tjoanda mengirim perwakilan menerima penghargaan yang langsung diungkap oleh Direktur PT Lintas Media Infrastruktur, Paul Ames Halomoan Siahaan.
"Melalui penghargaan ini, kami ingin memberi makna lebih dari sekadar perayaan. Kami ingin menghadirkan apresiasi bagi perempuan-perempuan hebat yang bekerja dengan dedikasi dan memberi dampak besar bagi pembangunan," kata Paul Ames dikutip, Kamis (23/4/2026).
Sherly Tjoanda tidak sendirian. Beberapa perempuan lainnya juga berhasil mendapatkan penghargaan dari berbagai kategori Anugerah Kartini Infrastruktur 2026.
Di kategori Kartini Infrastruktur Daerah 2026, selain Sherly Tjoanda, terdapat Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryanah, Bupati Landak, Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa, Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jabar Rina Kumala Sari, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Yogyakarta Putri Intan Suri.
Di kategori Kartini Infrastruktur Nasional 2026, antara lain Kepala BBPJN Maluku Yana Astuti, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya Dian Sovana, Kasubdit Keterpaduan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga Julia Augustine, Kepala Bagian Keuangan Sesditjen Bina Marga Elisa Asri, dan Kasubdit Wilayah II Irigasi dan Rawa Ditjen SDA Gemala Suzanti.
Di kategori Kartini Infrastruktur Dedikasi dan Pengabdian 2026, antara lain Kepala Satker PJN Wilayah I Riau Mainila Yanti, Kepala Satker PJN Wilayah I Kalimantan Selatan Mirnasari Daulay, PPK 3.1 Satker PJN Wilayah III Sumatera Selatan Marissa Fransisca Sitompul, PPK OP Irigasi dan Rawa Ditjen SDA Tantri Anggraeni, dan Kepala Satker OP BWS Kalimantan IV Samarinda Lesty Ariensietami.
Di kategori Kartini Infrastruktur Inovatif 2026, yakni Pemimpin Proyek PT Jasamarga Probowangi Eva Dayana, Manajer Divisi Transformation, Engineering, dan Quality PT Wijaya Karya Beton Tbk Festy Ratna Aditama, Kasatker Jalan Bebas Hambatan Provinsi Jawa Barat Yuanita Kiki Sani, dan Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Ditjen Prasarana Strategis Any Virgyani.
Terakhir di kategori Kartini Infrastruktur Muda Inspiratif 2026, yakni PPK Perencanaan Satker P2JN Sulawesi Tenggara Ainun Yunita, PPK Perencanaan BPBPK Lampung Verdina Bella Haqi, PPK 1.4 Satker PJN Wilayah I Aceh Dessy Amalia Farina, PPK 1.1 Satker PJN Wilayah I Banten Ratih Purnama Sari, dan PPK 4.3 Satker PJN Wilayah IV Sumatera Utara Sarah Magfirah.
Perjalanan Sherly Tjoanda Capai Penghargaan Kartini Infrastruktur Daerah
- Instagram/@s_tjo
Diketahui, Sherly Tjoanda dikenal sebagai Gubernut Malut. Selain itu, ia juga dinilai menjadi Gubernur tercantik di Indonesia.
Tak ayal paras istri mendiang Benny Laos itu menarik perhatian publik khususnya di ruang media sosial. Sherly Tjoanda juga dikenal sebagai Gubernur terkaya di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per awal 2026, total harta Sherly sekitar Rp972 miliar atau mendekati Rp1 triliun.
Di balik dua kelebihannya itu, Sherly sukses menunjukkan perannya sebagai pemimpin aktif. Ia selalu mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat Malut.
Sebagai Gubernur Malut, wanita berusia 43 tahun ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur. Ia juga menargetkan pembangunan di berbagai sektor strategis, seperti peningkatan kualitas pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Peluncuran berbagai program dari inovasinya tidak menargetkan pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga bagaimana bisa membentuk keberlanjutan lingkungan hingga kesejahteraan sosial dalam jangka panjang.
Sherly Tjoanda selalu berkomitmen yang menyangkut dengan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pada anggaran daerah. Hal ini sukses menumbuhkan kepercayaan publik mengenai gaya kepemimpinannya.
Selain itu, penyebab Sherly menerima penghargaan ini karena perjuangan hingga emansipasi perempuan Indonesia. Dalam perjalanan perjuangan kartini, pendidikan dan kesetaraan hak perempuan menjadi fokus utamanya.
Sherly mampu menghidupkan perempuan Indonesia juga bisa menjadi pemimpin secara kompetensi dan integritas. Kehadirannya diharapkan sebagai inspirasi bagi generasi perempuan muda di Indonesia agar memberikan kontribusi nyata untuk bangsa.
Di Hari Kartini 2026, Sherly Tjoanda juga memberikan ucapan menyentuhnya. Ia membicarakan tentang perjuangan perempuan di masa kini yang selalu berjuang melangkah di tengah banyak tantangan.
"Hari Kartini, bukan lagi tentang melawan pintu yang tertutup, tapi tentang berani melangkah masuk ke ruang yang sudah terbuka meski belum sepenuhnya ramah," ucap Sherly Tjoanda.
"Banyak perempuan terlihat kuat di luar, tapi di dalam mereka sedang berjuang membagi waktu, menahan lelah, meragukan diri sendiri sambil tetap tersenyum untuk keluarga dan orang lain," terangnya.
"Kartini masa kini bukan yang hidupnya tanpa luka, justru mereka yang tetap berjalan. Meski lelah, meski takut, meski belum yakin, mereka belajar bahwa berdaya itu bukan berarti selalu kuat, tapi tetap memilih untuk bangkit setiap kali jatuh. Yang sering tidak kita sadari, setiap keputusan kecil seorang perempuan untuk belajar, bekerja, bertahan, peduli, berdampak, itu sedang membentuk masa depan anak-anaknya dan bangsa Indonesia. Untuk itu, menjadi perempuan masa kini bukan hal kecil, ini adalah tentang memikul harapan tanpa kehilangan diri sendiri," tukasnya.
(hap)