- dok.kolase tvOnenews.com /instagram Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi Kagum Banget ke Bu Atun, Guru di Purwakarta yang Di-bully Murid-muridnya Sendiri, KDM Sampai Bilang Begini
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertemu dengan Ibu guru Atun. Ini menjadi momen tidak terduga sampai dibuat kagum.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Dedi Mulyadi disapa KDM itu kagum dengan sikap baik dari guru SMAN 1 Purwakarta yang di-bully siswanya waktu lalu viral.
- Youtube
Dalam video yang viral tersebut, terlihat beberapa murid mengolok-olok Bu Atun bahkan mengacungkan jari tengah saat proses belajar berlangsung.
Setelah videonya viral, berbagai opini muncul. Termasuk kritikan dari Dedi Mulyadi yang menyayangkan perilaku siswa tersebut.
Dalam obrolannya bersama Bu Atun, ternyata KDM terkejut karena bu guru yang diolok itu sudah memaafkan dan mendoakan siswa yang saat ini kena sanksi.
"Saya kaget juga semester 2, saat saya sedang menyampaikan pembelajaran praktik keberagaman, saya sendiri nggak tahu itu di belakang saya (aksi para siswa merekam video),” katanya, dikutip dari YouTube Dedi Mulyadi, Kamis (23/4).
"Mereka kasihan, generasi masih panjang masih bisa merubah berbuat baik, pak. Karena yang salah selamanya tidak selalu salah, juga yang nakal ya tidak selamanya nakal," jelas Bu Atun.
Mendengar jawaban guru SMAN 1 Purwakarta itu, Kang Dedi tersenyum kagum dengan sosok guru yang baik hati dan bijak.
- dok.kolase tvOnenews.com /instagram Dedi Mulyadi
"benar ini ibu, memaafkan?," saut KDM yang terkagum-kagum pada jawabn Bu Atun.
“Iya benar, saksinya Allah bahwa saya sudah memaafkan. apalagi didukung maaf dan doa saya, insyaallah mudah-mudahan mereka dimaafkan (allah swt)," sambungnya.
Selain itu, KDM memberikan uang untuk Bu Atun sebagai tabungannya. Bu Atun buat Gubernur Dedi kian kagum.
Pemimpin Jawa Barat itu bersyukur ditemukan sama orang baik, katanya. Sebab uang tersebut langsung disumbangkan ke Panti Asuhan untuk anak yatim piatu.
“Terima kasih banyak, Pak. Tapi saya niatkan niat baik Bapak menjadi ganda, 25 juta akan saya sumbangkan kepada yayasan yatim yang saya bina,” ucapnya.
“Ya, kalau gitu saya serahin tunainya aja. Saya ngasih ke Ibu, oleh Ibu disumbangan ke yayasan yatim,” kata Dedi.
"Saya bersyukur bertemu orang baik seperti ibu Atun," kagumnya.
Respons Kadisdik Jabar
Sebelumnya, pihak sekolah SMAN 1 Purwakarta menindak tegas dengan memberikan skorsing selama 19 hari. Hal inipun dianggap kurang tepat oleh Kang Dedi Mulyadi.
Dengan ini, Kadisdik Jabar, Purwanto menegaskan, pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip pendidikan.
“Sanksinya bukan sekadar hukuman, tetapi pembinaan. Mereka tetap berada dalam ekosistem pendidikan,” ujarnya, dijutip dikutip dari Jabarp,rov, Rabu (22/4).
Dengan begitu, Kadisdik memastikan kalau para siswa yang terlibat kurang lebih 9 orang akan segera dibimbing.
Menurutnya sanksi skorsing tidak diberikan. Sehingga para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM).
Dalam keterangannya, Purwanto memastikan para siswa yang acung jari tengah itu akan diberi sanksi selama 3 bulan lamanya di lingkungan sekolah.
Mereka akan menjalani pembinaan selama tiga bulan melalui kegiatan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Selama proses tersebut, mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mendapatkan pendampingan intensif dari guru serta psikolog," ungkap Kadisdik.
Purwanto mengatakan, jika peristiwa yang viral di media sosial kemarin, dipicu dinamika saat pembelajaran berlangsung.
Namun tindakan para siswa dilakukan secara sengaja. Sehingga ada sanksi sosial yang diterima.
Diketahui juga, kalau kejadian bermula saat pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang diampu oleh guru bernama Syamsiah atau dikenal dengan Bu Atun. (klw)