- Medsos Tiktok/@koreaninhere
Usai Viral Grup Chat, Kampus UI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa yang Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Verbal
Jakarta, tvonenews.com- Universitas indonesia mengatakan pihaknya segera melakukan investigasi. Setelah viralnya sebuah grup chat isinya mahasiswa dari fakultas hukum (FH) UI diduga melecehkan mahasiswa lainnya.
Kabar ini ramai diperbincangkan dimedia sosial (Medsos). Sebab beredar isi grup chat yang membahas bagian tubuh wanita, menuai ragam komentar publik.
"UI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual, yang bersifat verbal dan terjadi dalam interaksi digital maupun luring. Merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas, kode etik sivitas akademika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro di Kampus UI Depok, dikutip dari antara, Selasa (14/4).
Ia memastikan, saat ini proses penanganan tengah berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI dengan pendekatan yang berperspektif korban (victim-centered), menjunjung tinggi asas keadilan, kerahasiaan, serta prinsip kehati-hatian.
Lebih lanjut, Kampus UI juga menjelaskan bahwa proses mencakup verifikasi laporan, pemanggilan para pihak, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan unit terkait di tingkat fakultas dan universitas.
- Medsos Tiktok/@koreaninhere
Buntut dari kasus dugaan pelecehan verbal ini, mahasiswa terkait dijatuhkan sanksi organisasi.
Sanksi organisasi itu berupa pencabutan status keanggotaan aktif. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 007/SK/BPMFHUI/IV/2026.
Perlu diketahui, awal mulanya kasus ini mencuat karena muncul akun tiktok yang membahas grup chat tersebut yang jadi viral.
Ada seorang mahasiswa di forum tersebut menanyakan bagaimana awal mula grup chat itu dibentuk hingga isinya diduga sering melecehkan perempuan.
Salah satu terduga anggota grup chat didesak untuk menjawabnya secara jujur di hadapan forum.
“Grup dibentuk sejak maba (mahasiswa baru) oleh 10 orang waktu itu karena mereka ada di satu kos. Mereka tinggal di satu kos. Jadi untuk memudahkan pembayaran segala macam. Fungsi utama grup itu begitu,” katanya dikutip pada Selasa (14/4/2026).