- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
Buntut Bangunan Liar di Lembang Dibongkar Dedi Mulyadi, Siap-siap Dana Bantuan Pedagang Dicairkan Pemprov Jabar
Bandung, tvOnenews.com - Para pedagang di Lembang mendapat kabar baik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan memberikan dana bantuan berupa modal usaha dan kompensasi usai bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Lembang dibongkar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Pemprov Jabar akan mencairkan modal usaha dan uang kompensasi untuk para pedagang yang menempati bangunan liar di Lembang, demi mewujudkan janji dari Dedi Mulyadi.
Dalam suasana verifikasi di Aula Kantor Desa Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (10/4/2026), ratusan warga mengantre dengan tertib.
Di momen itu, mereka yang menerima bantuan diarahkan oleh petugas untuk membuka rekening di KCP Bank BJB Lembang. Tujuannya sebagai langkah awal mencairkan dana bantuan lewat akses perbankan.
"Bapak dan Ibu yang memerlukan ATM, silakan datang ke KCP Lembang, dengan membawa buku tabungan dan KTP asli," kata seorang petugas dilansir tvOnenews.com dari Lembur Pakuan, Sabtu (11/4/2026).
Pedagang yang Belum Terdaftar Sulit Dapat Dana Bantuan Sesuai Janji Dedi Mulyadi
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Seorang petugas lainnya memberikan kabar terkait proses administrasi. Mereka akan sulit mendapat bantuan dana jika Jika tidak mendaftar atau belum memiliki rekening Bank BJB.
"Jadi, nanti kalau namanya nggak ada, kita nggak bisa melayani. Untuk pembukaan, nanti kalau misalnya mau penarikan, silakan bisa ke BJB terdekat," terangnya.
Para petugas pun menunjukkan sikap humanisnya. Mereka memandu para pedagang yang terdampak pembongkaran bangunan liar untuk menyelesaikan proses administrasi pencairan dana bantuan.
Pendapat Pedagang Diguyur Kompensasi oleh Dedi Mulyadi Lewat Pemprov Jabar
Alih-alih kecewa, mereka justru menampikkan sikap kebahagiaannya. Salah satunya warga RW 01, Pak Tangsanda turut memberikan pendapat terkait janji kompensasi yang diungkap KDM.
Tangsanda mulanya mengatakan, dirinya berjualan di toko kelontongan 24 jam di depan Jupante. Sayangnya ia kini tidak bisa mencari uang akibat kiosnya ditertibkan seminggu sebelum Lebaran 2026.
Padahal ia selalu mendapatkan hasil yang lumayan dari dagangan di toko kelontongan. Setidaknya uang tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.