news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi & Ilustrasi siswa SMK.
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel & iStockPhoto/Mangkelin

Siswa SMK di Bandung Berbondong-bondong Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Ada Apa?

8 siswa SMK Negeri 1 Bandung bersyukur dibantu Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM). Mereka telah mendapat program Beasiswa Personal Pancawaluya.
Jumat, 3 April 2026 - 21:39 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Sejumlah siswa Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK) di Bandung tiba-tiba memberikan ucapan terima kasih. Mereka berterima kasih kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Sebanyak 8 siswa SMK yang berterima kasih kepada Dedi Mulyadi, di antaranya Fadiya Putri, Aira Oktavia, Melati Agustin, Noci Rahmayani, Nurri Tiara Kirani, Lailla, Akbar Miftah Ash-Shiddieq, serta Dendi Nurahman.

8 siswa tersebut berasal dari SMK Negeri 1 Bandung. Ungkapan terima kasih mereka lantaran mendapatkan Beasiswa Personal Pancawaluya yang tengah dijalankan oleh Dedi Mulyadi.

Fadiya Putri, siswi SMKN 1 Bandung tidak bisa berkata-kata lagi. Berkat KDM, ia bisa meringankan beban orang tua setelah mendapatkan Beasiswa Personal Pancawaluya.

"Terima kasih Pak Gubernur. Berkat beasiswa ini, saya bisa membantu meringankan beban orang tua," ungkap Fadiya Putri dalam suratnya dilansir tvOnenews.com dari Disdik Jabar, Jumat (3/4/2026).

Siswa SMK Negeri 1 Bandung Mudah Penuhi Kebutuhan Sekolah

Ilustrasi siswa SMA
Sumber :
  • Envanto

Lebih lanjut, Fadiya mengatakan bahwa, kehadiran beasiswa ini sangat penting baginya. Dengan adanya bantuan dari pemerintah, ia mampu memenuhi kebutuhan sekolah sendiri.

"Termasuk untuk membeli seragam sekolah, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya," tutur Fadiya.

Selaras dengan Fadiya Putri, siswa lainnya, Aira Oktavia mengungkapkan kebahagiaannya. Lewat beasiswa tersebut, ia juga dapat meringankan uang yang dikeluarkan oleh orang tua.

Selain itu, Aira dapat menggunakan uang dari beasiswa untuk membeli perlengkapan sekolah. Tak hanya itu, uang program ini sangat membantu keperluan ongkos pulang-pergi ke sekolah.

Ia memahami faktor ekonomi dialami orang tuanya. Ia sebagai anak yang butuh pendidikan terpaksa harus berjuang penuh bagaimana bisa tiba ke sekolah tanpa membebankan mereka.

"Karena sebelumnya, untuk pergi ke sekolah sangat sulit mendapatkan ongkos," jelasnya.

Sementara, Melati Agustin memberikan ungkapan serupa. Kehadiran beasiswa ini sangat membantu orang tua, terutama dari segi ekonomi.

"Terima kasih atas pemberiannya, Pak. Saya jadi tidak terlalu membebani kedua orang tua saya," ucapnya.

Noci Rahmayani membuat tulisan dalam surat berharganya. Selain memenuhi kebutuhan sekolah dan membantu orang tua, ia sangat bangga kehadiran beasiswa ini sebagai jawaban dari doanya.

Ia menginginkan proses pendidikannya lancar. Dalam hal ini, beasiswa tersebut bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga.

"Selama ini saya selalu menahan diri untuk tidak membeli alat tulis baru karena harus mendahulukan kebutuhan yang lebih mendesak. Melihat binar lega di mata orang tua saya karena biaya sekolah berkurang adalah kebahagiaan luar biasa," bebernya.

Senada dengan Fadiya, Aira, dan Melati, Nurri Tiara Kirani menganggap beasiswa yang diterima olehnya meringankan perekonomian keluarga. Ia bersyukur bisa membeli kebutuhan sekolah dari uang program ini.

Lailla memberikan ungkapan yang berbeda. Beasiswa diterima olehnya membuat semangatnya semakin menyala untuk belajar di sekolah.

Kemudian, Lailla mengatakan, beasiswa ini menumbuhkan motivasinya agar bisa meningkatkan prestasi selama mengenyam pendidikan di sekolah.

Akbar Miftah Ash-Shiddieq merasakan hal serupa. Ia menyebut Beasiswa Pancawaluya membuat orang tuanya bahagia karena tidak begitu berat mengeluarkan uang demi pendidikan anaknya.

"Kebetulan, yang bekerja di rumah hanya ibu," katanya.

Akbar Miftah tidak ingin program ini hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Ia berharap siswa di Jabar juga merasakan serupa.

"Saya harap program ini bisa terus berjalan lancar akrena di luar sana masih banyak orang tua yang belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya," harapnya.

Siswa terakhir, Dendi Nurahman mengaku dirinya langsung berterima kasih kepada KDM. Menurutnya, kebijakan ini sangat bermanfaat.

"Terima kasih Pak Gubernur atas bantuan beasiswanya. Semoga, Bapak Gubernur sehat selalu dan Allah senantiasa memperlancar rezekinya," tukasnya.

Diketahui, KDM membuka Beasiswa Personal Pancawaluya sejak 2025 lalu. Gagasan pendidikan ini sebagai sebuah upaya pendekatan baru dalam dunia pendidikan di Jabar.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memberikan uang tunai sebesar Rp3,6 juta/tahun untuk per siswa. Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat membantu keperluan sekolah hingga memberikan jaminan kesetaraan akses pendidikan bagi siswa kurang mampu.

Sebanyak 9.401 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jabar memperoleh Beasiswa Personal Pancawaluya. Program ini sudah ditentukan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025.

Pemprov Jabar memberikan program beasiswa ini berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Adapun total anggaran untuk keperluan program ini mencapai Rp35 miliar.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral