- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi Tegas Larang Warga Minta Uang di Jalur Longsor Sumedang, Siapkan Bantuan Rp10 Juta
Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi menegaskan agar praktik meminta uang tidak lagi dilakukan. Ia juga menawarkan solusi berupa bantuan dana.
“Kalau ini di Jawa Barat, ke depan jangan sampai masyarakatnya terbiasa minta-minta. Begini saja, sampai pekerjaan jalan ini selesai, misalnya sebulan, saya bantu Rp10 juta. Tapi tidak boleh minta-minta,” tegasnya.
“Silakan diatur yang baik,” lanjut Dedi Mulyadi.
Ia tetap meminta warga untuk membantu mengatur lalu lintas demi keselamatan, namun tanpa meminta sumbangan dari pengguna jalan.
Dedi Mulyadi kemudian mencari rekannya sambil memberikan arahan lebih lanjut kepada warga di lokasi.
“Nanti diatur, Bu. Semua sudah saya sampaikan ke kepala UPTD. Yang di pinggir jalan itu jadi tanggung jawab kita,” ujarnya.
“Pak Asep, nanti minta nomor HP-nya, lalu transfer tahap pertama Rp5 juta. Karena mereka tidak boleh minta. Mengatur boleh, tapi harus pakai rompi supaya tertib. Kasih rompi dan topi,” sambungnya.
Ia kembali menegaskan prinsipnya kepada warga.
“Tidak boleh minta-minta. Tunjukkan bahwa orang Jawa Barat itu mampu.”
“Pasang tulisan: ‘Di sini tidak ada sumbangan, kami menolak sumbangan,’” tambahnya.
“Jangan punya kebiasaan minta-minta. Saya suka memberi, tapi tidak suka diminta. Kalau ini berbeda,” tegas Dedi Mulyadi.
Dalam kesempatan itu juga disebutkan, apabila perbaikan jalan akibat longsor dapat diselesaikan lebih cepat, misalnya dalam dua minggu, maka bantuan yang diberikan bisa meningkat hingga Rp20 juta.
Setelah memberikan arahan, Dedi Mulyadi melanjutkan perjalanannya. Ia menegaskan tidak ingin warga bekerja tanpa upah, namun juga tidak ingin masyarakat Jawa Barat terbiasa meminta-minta di jalan.
(anf)