- YouTube/goodafternoonnet
Mengenang Sosok Michael Bambang Hartono, Bos Djarum dan BCA yang Wafat di Singapura
tvOnenews.com - Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia. Salah satu konglomerat ternama Tanah Air, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 di Singapura.
Sosok yang dikenal sebagai pemilik PT Djarum ini mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 waktu setempat.
Kabar wafatnya dikonfirmasi oleh pihak perusahaan melalui Corporate Communication Manager PT Djarum.
Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi dunia usaha nasional, mengingat perannya yang sangat signifikan dalam membangun salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939 dengan nama Oei Hwie Siang.
Ia merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pengusaha yang membeli pabrik rokok kecil bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951.
Perjalanan hidup Michael berubah drastis ketika sang ayah meninggal dunia pada 1963.
Ia bersama sang adik, Robert Budi Hartono, harus melanjutkan bisnis keluarga di tengah berbagai tantangan, termasuk kebakaran pabrik yang sempat mengganggu operasional perusahaan.
Di titik inilah, Hartono bersaudara mulai membangun fondasi kuat untuk mengembangkan Djarum menjadi perusahaan besar.
Mereka melakukan modernisasi produksi serta memperluas pasar, termasuk ke ranah internasional.
Membangun Kerajaan Bisnis Lintas Sektor
- Antara
Seiring berkembangnya industri rokok kretek, Djarum tumbuh pesat pada dekade 1970-an.
Namun, Michael tidak berhenti pada satu sektor saja. Ia bersama keluarganya melakukan diversifikasi usaha ke berbagai bidang strategis.
Pada tahun 1975, mereka merambah industri elektronik melalui merek Polytron. Langkah ini menjadi awal ekspansi ke sektor lain seperti properti, perkebunan, hingga infrastruktur digital.
Salah satu langkah paling monumental adalah masuk ke sektor perbankan.
Melalui konsorsium FarIndo Investments, keluarga Hartono mengakuisisi Bank Central Asia (BCA) pada awal 2000-an, setelah krisis finansial Asia 1997-1998.
Di bawah kepemimpinan mereka, BCA berkembang menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia dengan jaringan luas dan basis nasabah yang kuat.
Keberhasilan ini menjadi pilar utama kekayaan keluarga Hartono.
Kesuksesan bisnis yang diraih membuat Michael Bambang Hartono masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.
Berdasarkan data Forbes, kekayaannya mencapai sekitar 17,5 miliar dolar AS atau setara ratusan triliun rupiah.
Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan saham di BCA, yang terus menunjukkan kinerja stabil dan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.
Posisinya dalam daftar orang terkaya dunia mencerminkan konsistensi dan strategi bisnis jangka panjang yang dijalankan bersama keluarganya.
Di luar dunia bisnis, Michael juga dikenal sebagai pecinta olahraga bridge. Ia bahkan aktif sebagai atlet dan pernah meraih prestasi membanggakan.
Pada Asian Games 2018, ia berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia di nomor supermixed team.
Dedikasinya terhadap olahraga ini juga terlihat dari dukungannya dalam pembinaan atlet bridge di Tanah Air.
Meski memiliki kekayaan melimpah, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tetap tinggal di kota kelahirannya, Kudus.
Ia juga dikenal sebagai pribadi yang fokus pada pengembangan bisnis jangka panjang dan tidak banyak tampil di publik.
Dalam kehidupan pribadi, ia memiliki keluarga dengan empat orang anak yang turut menjadi bagian dari generasi penerus bisnis keluarga.
Kepergian Michael Bambang Hartono menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh besar yang telah membangun kerajaan bisnis lintas sektor di Indonesia.
Warisan yang ditinggalkannya tidak hanya berupa aset ekonomi, tetapi juga inspirasi tentang kerja keras, ketekunan, dan visi bisnis jangka panjang. (adk)