news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi bertemu ibu penjual candil.
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Cerita Ibu Penjual Candil Untung Rp20 Ribu Tapi Sering Diutangin, Tak Sangka Bertemu Kang Dedi Mulyadi Diberi Uang

Kisah ibu penjual candil yang hanya untung Rp20 ribu sehari dan sering diutangin pembeli. Tak disangka bertemu Kang Dedi Mulyadi dan mendapat uang.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kisah haru seorang ibu penjual candil di pinggir jalan menjadi perhatian publik setelah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pertemuan tersebut terekam dalam sebuah video yang dibagikan melalui kanal YouTube milik Kang Dedi dan memperlihatkan percakapan sederhana yang menyentuh hati.

Dalam video tersebut, Kang Dedi Mulyadi terlihat menghampiri seorang ibu yang sedang berjualan candil di pinggir jalan.

Ia kemudian mengajak berbincang santai untuk mengetahui bagaimana kondisi kehidupan sang penjual.

“Ibu jualan apa?” tanya Dedi Mulyadi membuka percakapan.

“Jualan candil, tinggal sedikit,” jawab ibu tersebut dengan ramah.

Percakapan kemudian berlanjut dengan cerita mengenai asal-usul sang ibu.

Ia mengaku berasal dari Malangbong, Garut, namun kini berjualan di wilayah Bandung Barat.

Ibu penjual candil tersebut menjelaskan bahwa dirinya merantau untuk mencari nafkah. Ia mengaku tidak memiliki keluarga di tempat ia berjualan saat ini.

“Kalau aslinya saya dari Malangbong, Garut,” katanya.

Saat ditanya tinggal bersama siapa, ibu tersebut mengaku hanya menumpang tinggal di rumah orang lain.

Ia membantu pekerjaan rumah sebagai bentuk balas budi karena tidak membayar tempat tinggal.

“Saya numpang di Pak Nana. Tidak bayar, tapi saya membantu menyapu, membersihkan, dan membantu mengambil dagangan,” jelasnya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya memiliki anak perempuan. Namun sang anak kini tinggal bersama suaminya di rumah mertua.

Karena kondisi tersebut, ia merasa tidak enak jika harus tinggal bersama anaknya.

“Anak saya perempuan tinggal di rumah mertuanya. Belum punya rumah sendiri, suaminya hanya montir,” ujarnya.

Dalam percakapan tersebut, Kang Dedi Mulyadi juga menanyakan mengenai penghasilan sang ibu dari berjualan candil.

Ternyata keuntungan yang diperoleh sangat kecil.

“Dari sana harganya Rp7.000, saya jual Rp8.000. Jadi untung Rp1.000,” jelasnya.

Jika dagangannya terjual sekitar 20 porsi dalam sehari, keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp20 ribu.

“Paling sekitar Rp20.000 sehari,” katanya.

Uang tersebut biasanya digunakan untuk membeli makanan. Ia bahkan mengaku tidak memiliki tempat untuk memasak.

“Untuk makan. Kadang beli nasi Rp10.000,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ia memasak sendiri, ibu tersebut menjawab tidak bisa karena tempat tinggalnya hanya memiliki ruang untuk tidur.

“Saya tidak punya tempat untuk memasak, hanya tempat tidur saja,” katanya.

Cerita tersebut semakin terasa ketika ibu penjual candil itu menceritakan bahwa dagangannya sering diutang oleh pembeli.

Padahal, dagangan yang ia jual sebenarnya bukan miliknya sendiri, melainkan milik orang lain yang harus ia setorkan hasilnya.

“Jadi sudah dagang modalnya kecil, punya orang lain kemudian dipinjam? Itu kan uang setoran, terus gimana?” tanya Kang Dedi Mulyadi.

Ibu tersebut kemudian menjelaskan bahwa ia sebenarnya tidak diperbolehkan memberikan utang kepada orang luar.

Namun kenyataannya, masih banyak orang yang berutang kepadanya.

“Kalau orang luar pinjam jangan dikasih. Tapi kadang tetap ada yang pinjam,” katanya.

Saat ditanya berapa total utang pembeli yang belum dibayar, ia mengaku jumlahnya mencapai sekitar Rp300 ribu.

“Ada 300 ribuan. Biarin saja kalau orang mau bayar silakan. Yang penting saya tidak pinjam ke orang,” ucapnya dengan ikhlas.

Meski hidup dalam keterbatasan, ibu tersebut tetap berusaha berbagi kepada pembeli.

Ia bahkan sering menambah porsi dagangannya ketika ada pembeli yang meminta tambahan makanan.

Dalam percakapan itu, Kang Dedi juga sempat memperkenalkan diri dengan bercanda.

Ia mengaku bukan Dedi Mulyadi, melainkan seseorang bernama Asep Udin dari Majalengka.

Sang ibu rupanya sempat mengenali sosoknya. Ia bahkan mengaku pernah bertemu Kang Dedi sebelumnya di Gunung Canar dan sempat diberi uang Rp200 ribu.

Dedi Mulyadi memberikan uang ke ibu penjual candil
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Saat ditanya apakah ingin bertemu lagi dengan Dedi Mulyadi, ia menjawab dengan penuh harap.

“Kalau dipertemukan oleh Allah ya mau,” katanya.

Mendengar cerita kehidupan ibu tersebut, Kang Dedi Mulyadi kemudian memberikan beberapa lembar uang pecahan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu kepada sang ibu.

“Terima kasih ya, Cep Haji,” kata ibu tersebut sambil menerima bantuan itu.

Meski mendapat bantuan uang, ibu tersebut tetap menawarkan dagangannya kepada Kang Dedi.

Namun Kang Dedi justru meminta agar makanan tersebut dibagikan kepada orang lain. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral