- Kolase TikTok/@itshelea & Instagram/@lalalalisa_m
Penyesalan Mendalam TikToker Shegan yang Dituduh Catut Nama Lisa BLACKPINK: Soal di Blok M Bukan untuk Meet
Jakarta, tvOnenews.com - TikToker Shella Ganiswara alias Shegan buka suara. Dalam video klarifikasinya, ia resmi meminta maaf setelah dituding isu dugaan eksploitasi nama Lisa BLACKPINK.
Permohonan maafnya menyusul setelah Shegan diisukan terseret polemik penggunaan popularitas nama Lisa BLACKPINK. Publik berpendapat hal itu untuk kebutuhan aktivitas promosi.
Fans Lisa dan BLACKPINK tidak diam. Mereka bereaksi keras video viral Shegan terekam di kawasan Blok M, Jakarta. Kreator konten itu disebut menggelar pertemuan dengan mendompleng nama Lisa BLACKPINK lewat papan bertuliskan "LISA BLACKPINK PERNAH DIMAKEUPIN DI SINI".
Melalui unggahan video klarifikasi di akun TikTok pribadinya, Shegan mulanya meminta maaf secara terbuka. Ia membuat gaduh terkait dugaan eksploitasi nama Lisa BLACKPINK.
"Halo semuanya, saya Shegan. Sebelumnya, saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada Lisa BLACKPINK dan juga Lilis atas isu yang beredar akhir-akhir ini," ujar Shegan dikutip tvOnenews.com, Rabu (4/3/2026).
Akui Salah Pakai Nama Lisa BLACKPINK
- Instagram/@itsegans
Lebih lanjut, Shegan mengaku telah teledor dalam kegaduhan saat ini. Ia justru lengah terhadap pekerjaannya sebagai talent dan kreator konten.
Shegan tidak menutupi kesalahannya lagi. Ia merasa tidak teliti betapa bahayanya menggunakan nama orang lain.
Ia tidak memahami penggunaan nama Lisa BLACKPINK menjadi malapetaka baginya. Upaya tersebut sebagai cara eksploitasi yang bisa berdampak pada nasib dirinya.
"Yang mana ternyata hal itu sangat merugikan nama besar Lisa BLACKPINK dan juga Lilies," katannya.
Ia juga mengakui dirinya tidak cermat dalam urusan mempertimbangkan efek hukum dan persepsi dituangkan oleh publik.
Tujuannya menggunakan konsep seperti Lisa BLACKPINK untuk gimmick. Shegan mudah melancarkan promosi dengan dalih memakai label idol asal Thailand itu demi kebutuhan komersial sebuah produk.
"Yang mana saya kira tidak akan menjadi masalah karena ketidaktahuan saya. Ternyata di balik itu semua, ada hukum yang berlaku. Saya mengakui, saya ceroboh sehingga memicu amarah dari berbagai belah pihak yang pantas saya terima," terangnya.
Ogah Dituduh Gelar Meet and Greet Pakai Nama Lisa BLACKPINK di Blok M
Shegan mengaku salah. Namun ia menepis keras setelah dirinya dituding membawa nama Lisa dalam isu agenda fan meeting atau meet and greet di kawasan Blok M, Jakarta.
Kehadirannya di Blok M, kata Shegan, tujuannya bukan untuk memenuhi komersil. Ia menegaskan, hal menjadi fokusnya saat ini sebagai bagian kebutuhan produksi konten promosi.
Produksi konten promosi produk merupakan bagian kerja sama dengan sebuah brand hair care. Selain sambil jalan-jalan santai, ia menjalani tugasnya menggunakan tema "ngabuburit".
"Namun izinkan saya klarifikasi sedikit terkait video yang viral di Blok M bahwa saya datang ke sana hanya untuk membuat video yang bertemakan ngabuburit bersama brand produk hair care tersebut," bebernya.
"Itu bukanlah acara fan meet atau meet and greet seperti yang diisukan di sosial media," sambungnya dengan tegas.
Kebutuhan konten promosi produk tersebut bahkan belum selesai dari segi editannya. Shegan bersama tim juga belum sempat mempublikasikan ke ruang publik.
Tak ayal, wajahnya hampir serupa dengan Lisa BLACKPINK. Kharismatiknya mampu menarik fans artis asal Thailand itu.
"Video yang saya buat masih tahap editing saat itu. Saya juga belum sempat saya publikasikan, dan saya hanya menyapa kepada teman-teman mengikuti kegiatan bersama brand tersebut juga," tegasnya.
Sebelumnya, Shegan dianggap mempunyai kemiripan. Wajahnya disebut serupa dengan Lisa BLACKPINK. Sayangnya kelebihan itu menimbulkan polemik karena dinilai mengeksploitasi nama Lisa demi kepentingan komersial.
Kekecewaan langsung membludak datang dari berbagai komunitas penggemar Lisa. Dengan adanya kasus ini, Shegan bisa mendapat pelajaran bagaimana selalu berhati-hati dalam penggunaan nama publik figur.
"Saya harap ke depannya bisa sama-sama belajar dan introspeksi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, juga menciptakan sosial media yang terus positif tanpa menyinggung manapun. Sekali lagi saya meminta maaf jika ada lisan dan perkataan selama isu ini beredar," tukasnya.
(hap)