- tvOneNews
Kesaksian Dokter RSUD Jampang Kulon Soal Kondisi Awal Nizam Syafei Sebelum Meninggal
tvOnenews.com - Kesaksian Dokter RSUD Jampang Kulon soal kondisi awal Nizam Syafei sebelum meninggal menjadi sorotan publik di tengah perkembangan kasus kematian bocah 12 tahun tersebut.
Kasus kematian Nizam Syafei di Sukabumi mengalami perkembangan signifikan per 2 Maret 2026.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan temuan baru bahwa kekerasan terhadap Nizam diduga tidak hanya dilakukan oleh ibu tirinya, tetapi juga oleh ayah kandungnya.
KPAI menyebut korban pernah disundut rokok dan disiram air sebagai bentuk penyiksaan.
Ibu kandung Nizam, Lisnawati, mendatangi KPAI untuk meminta pendampingan hukum dan keadilan.
Kasus ini juga telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi III DPR RI.
Dalam rapat tersebut, anggota dewan mendesak Polri mengusut tuntas keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan penelantaran oleh sang ayah.
Sorotan juga tertuju pada kesaksian Dokter RSUD Jampang Kulon yang pertama kali menangani Nizam saat dibawa ke instalasi gawat darurat.
Berdasarkan unggahan YouTube tvOneNews pada 2 Maret 2026, awak media mendatangi RSUD Jampang Kulon untuk meminta keterangan terkait kondisi awal korban.
Dr. Sulaiman Arigayota, spesialis di RSUD Jampang Kulon, menjelaskan kondisi Nizam saat tiba di IGD.
Dr. Sulaiman Arigayota mengatakan, “Pasien itu datang memang dibawa oleh keluarganya ke IGD. Keluhan yang kami dapatkan dari keluarga itu adalah terdapatnya beberapa luka di bagian tubuh pasien.”
Ia menambahkan, “Saat itu memang mengeluh adanya luka di beberapa tempat mulai dari wajah, ada di leher, di badan, di tangan, dan di kaki.”
Terkait dugaan luka bakar, ia menjelaskan, “Kalau terkesan yang seperti luka bakar itu ada sekitar empat titik. Kemudian ada luka yang sudah terkesan mengering seperti terbentuk keropeng begitu. Itu ada sekitar tiga titik juga.”
Selain itu, ditemukan pula sejumlah luka lebam di tubuh korban. “Kemudian ada luka lebam-lebam itu yang kondisi lebam itu yang mungkin jumlahnya agak sedikit lebih banyak,” ujarnya.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan adanya kekerasan fisik yang dialami Nizam sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.