- Kolase Instagram/@denadaindonesia/@enricotambunan & tvOne/Happy Oktavia
Enrico Tambunan Akui Baru Tahu Ressa Anak Denada, Tegas Bantah Isu Ditawarkan Saat Bayi
tvOnenews.com - Polemik keluarga Denada Tambunan dan Ressa Rizky Rossano terus menarik perhatian publik.
Setelah berbagai pihak memberikan pernyataan, kini Enrico Tambunan, adik Denada, ikut buka suara dan memberikan klarifikasi panjang.
Dalam pernyataannya, Enrico mengaku baru mengetahui bahwa Ressa adalah anak kandung Denada pada pertengahan tahun 2025, serta membantah tegas isu bahwa Ressa pernah ditawarkan ke orang lain untuk diadopsi.
Dalam wawancaranya bersama Feni Rose di program Rumpi, Enrico menceritakan awal mula masalah yang membuat keluarga besarnya terseret ke publik.
Ia mengungkap bahwa polemik bermula dari urusan pribadi antara keluarganya dan Tante Ratih, yang awalnya hanya membahas soal masalah pembayaran mobil dan kebutuhan rumah tangga.
“Awalnya itu ada permasalahan mobil dan detail mobilnya itu dia sama Muhammad yang bisa tahu, tapi aku hanya kasih tahu apa yang aku tahu persis karena Tante Ratih WhatsApp dengan aku. Dia bilang ‘ini minta uang untuk cicilan mobil, minta uang untuk yang lain lagi, minta uang untuk bayar listrik dan seterusnya,’” jelas Enrico.
Ia menjelaskan bahwa pada saat itu, dirinya sama sekali belum tahu bahwa Ressa adalah anak kandung Denada.
- Instagram/enricotambunan
“Sebagai catatan, pada waktu itu aku belum tahu, belum dikasih tahu sama Tante bahwa Ressa itu adalah anaknya Mbak Dena. Jadi aku juga nggak tahu,” sambungnya.
Enrico bahkan sempat diancam akan diviralkan jika tidak mengirimkan sejumlah uang, namun ia tidak menganggap ancaman itu serius.
“Terus si Tante bilang ‘kirimkan uangnya atau saya viralkan nih.’ Ya pikiran aku, yaudah Tante silakan. Saya juga nggak bisa kasih uangnya terus diancam mau diviralkan, ya saya bilang, ya silakan viralkan. Saya pikir ini cuma masalah mobil, tapi kok tiba-tiba meledak, dan yang dijelek-jelekan malah mama saya. Itu yang membuat keluarga kecewa,” ujarnya.
Dalam video terpisah yang diunggah di Instagram pribadinya, Enrico menegaskan bahwa dirinya baru mengetahui identitas Ressa sebagai anak kandung Denada pada pertengahan 2025.
“Saya sungguh sangat amat sedih karena waktu saya nonton podcast Tante mengatakan bahwa Tante tahu siapa bapaknya tapi Tante enggak mau ngomongin. Kalau saya boleh tunjukkan chat saya sama Tante, baru di pertengahan 2025 saya diberitahu siapa itu Ressa,” ujar Enrico.
Ia juga menjelaskan bahwa karena lama tinggal di luar negeri, dirinya tidak mengikuti perkembangan kehidupan Denada di Indonesia.
Bahkan saat sesekali pulang ke tanah air, Enrico lebih sering tinggal di rumah sang ayah, sehingga keluarga dari pihak ibunya tidak banyak berinteraksi dengannya.
- YouTube/DennySumargo
“Saya tidak tahu bahwa Ressa itu adalah anaknya Mbak Dena pada waktu itu. Karena mungkin saya tidak tinggal di Indonesia. Dan kalaupun saya lagi jalan-jalan ke Indonesia, saya tinggalnya di rumah Papa. Jadi keluarga Papa tidak ada yang tahu juga,” katanya.
Enrico juga menanggapi isu yang sempat beredar bahwa Ressa pernah ditawarkan kepada orang lain untuk diurus atau diadopsi ketika masih bayi.
Ia menyebut hal itu tidak benar, dan menjelaskan bahwa situasi sebenarnya sangat berbeda dari tudingan publik.
“Yang aku tahu dan yang diberitahu kepada aku adalah memang Om Dino sama Tante Ratih itu belum memiliki anak laki-laki, jadi anaknya dia perempuan semua. Jadi memang pada waktu itu dimintalah untuk dirawat,” ungkap Enrico kepada Feni Rose.
Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat dari pihak keluarga, apalagi dari almarhumah Emilia Contessa, untuk “menawarkan” Ressa kepada orang lain.
“Apakah diminta atau bagaimana prosesnya itu saya tidak tahu persis. Tetapi kalau untuk ditawarkan, saya tahu persis mama saya bukan seperti itu orangnya,” tegas Enrico.
Selain membahas isu tentang Ressa, Enrico juga mengaku kasihan kepada kakaknya, Denada.
Ia mengatakan bahwa Denada selalu menolak berbicara tentang masa lalunya, terutama soal sosok ayah biologis Ressa.
Menurut Enrico, reaksi Denada selalu emosional setiap kali topik itu dibuka. (adk)