- Instagram @pandji.pragiwaksono
Terungkap Alasan Pandji Pragiwaksono Pilih Mens Rea Tayang di Netflix, meski Ujung-ujungnya Tuai Kontroversi
Jakarta, tvOnenews.com - Komika Pandji Pragiwaksono mengungkap alasan acara spesial show bertajuk Mens Rea yang dinilai kontroversi ditayangkan di aplikasi berbasis streaming, Netflix.
Pasalnya, karya Pandji Pragiwaksono yakni Mens Rea menuai polemik. Hal ini membuat spesial show sang komika berujung mendapatkan laporan polisi dari sejumlah kelompok.
Pandji Pragiwaksono mengatakan, pemilihan Netflix sebagai platform penayangan Mens Rea menjadi wadah dirinya menjalankan profesi semestinya. Ia ingin memberikan hiburan kepada khalayak.
Menurut Pandji, Netflix dapat menjangkau luas dan diperlihat masyarakat. Apalagi aplikasi tersebut salah satu berbasis streaming yang paling diminati di Indonesia.
"Ya karena sebagai seorang komika, saya inginnya tentu bisa menghibur seluas-luasnya orang," ujar Pandji Pragiwaksono kepada awak media di Bareskrim Mabes Polri dikutip, Selasa (3/2/2026).
Jangkauan Audiens Lebih Beragam di Netflix
- Antara
Lebih lanjut, berbagai audiens ada semua di Netflix. Mereka tentu dapat menikmati karya komedi yang disajikan olehnya.
Kata Pandji, Netflix sendiri hadir sebagai platform global. Tentu hal ini menjadi peluang besar bagaimana bisa menghibur mereka yang tidak bisa datang langsung ke spesial show tersebut.
"Jadi ketika ada kesempatan untuk menghibur masyarakat luas, lewat apapun itu termasuk dalam hal ini Netflix, ya tentu saya akan ambil opsinya. Biar yang lain terhibur. Masyarakat butuh dihibur," jelasnya.
Pandji Pragiwaksono Sudah Prediksi Mens Rea Tuai Respon Keras
Suami Gamila Arief itu menyebut dirinya telah mengetahui soal respons terkait materi yang disampaikan dalam acara bertajuk Mens Rea.
Sedari awal, kata dia, dirinya telah menakar seberapa jauh komentar dilontarkan publik. Khususnya mengenai materi hiburan yang tayang di Netflix tersebut.
Namun harapan awalnya hanya tetap berada dalam koridor hiburan semata. Ia berharap penonton bisa tertawa karena materi yang disampaikan olehnya.
"Kalau akan menimbulkan respons sih tentu sudah diperkirakan. Tapi saya memperkirakannya responsnya adalah respons terhibur," terangnya.
Pandji tentu agak sedikit terkejut realitas ingin memberikan hiburan berujung tuai polemik. Ia justru mengambil sikap terbuka kepada publik.
Komika itu juga sangat menerima adanya berbagai pandangan dari khalayak yang menyasar kepada dirinya. Ia mewajarkan apabila ada serangan dari pihak yang kurang terima dengan materi tersebut.
Sementara, kuasa hukum Pandji Pragiwaksono, Haris Azhar membenarkan kedatangan kliennya ke Bareskrim Polri, untuk memenuhi panggilan dari penyidik, Senin, 2 Februari 2026.
Sang komika diperiksa menyusul karena materi dalam Mens Rea yang dinilai kontroversi. Namun begitu, pemeriksaan terhadap Pandji berstatus sebagai saksi dari 17 saksi.
"Itu aja, selebihnya tanya sama polisi," kata Haris.
Selain itu, kedatangan Pandji Pragiwaksono ke Bareskrim Polri akibat dugaan kasus penghinaan dan ujaran SARA terhadap masyarakat suku Toraja. Ia dilaporkann olehh Aliansi Pemuda Toraja.
Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) juga telah melakukan pencecaran sebanyak 48 pertanyaan. Pasalnya, salah satu isi materi Mens Rea tersebut dinilai menyinggung prosesi adat pemakaman suku Toraja.
Pandji sempat meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Toraja. Namun, sang komika tetap menunjukkan sikap kooperatif sebagaimana bentuk menghormati proses hukum.
"Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan dan sudah ada bisa dilihat publik juga, tapi mungkin ini meneruskan laporan saja kali, ya. Saya ikuti prosesnya saja," jelasnya sambil tenang.
Sementara, Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Rizki Agung Prakoso menyampaikan konfirmasi terbarunya. Kasus materi Mens Rea telah meningkat secara hukum ke tahap penyidikan.
"Betul, penyidikan," kata Rizki.
(hap)