- Instagram/@lulalahfah
Reaksi Reza Arap soal Dirinya bakal Diperiksa Polisi terkait Misteri Penyebab Kematian Lula Lahfah: Punten
"Saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara, yang melihat, menyaksikan, dan mendengar. Dari saksi-saksi tersebut, kita mendapatkan suatu alur cerita dan barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara sudah kita amankan dan akan proses lebih lanjut. Sebab, beberapa membutuhkan keterangan dari laboratorium forensik," bebernya.
Lanjut Iskandarsyah, polisi telah mendapatkan keterangan setidaknya dari enam orang sebagai saksi. Mayoritas merupakan orang terdekat di lingkungan korban saat terjadinya peristiwa tersebut.
Akan tetapi, tiga saksi lainnya yang memenuhi panggilan dari pihak Kepolisian, antara lain asisten rumah tangga (ART), sopir, serta asisten pribadi korban.
Ia mengatakan, pihak rumah sakit juga telah memberikan keterangan. Tujuannya untuk melancarkan konstruksi hukum agar bisa mendapat gambaran peristiwa saat korban ditemukan tak bernyawa.
"Enam saksi yang sudah ada di TKP juga pada saat itu. Selain itu, dengan pihak rumah sakit. Berdasarkan informasi saksi, salah satu saksi, saudari LL ini mengalami gangguan kesehatan," tambahnya.
Sebelumnya, polisi juga telah menjadwalkan akan memanggil Reza Arap untuk menjalani pemeriksaan pada Senin, 26 Januari 2026. Tujuannya tidak lain memberikan keterangan soal kematian korban.
Namun, Iskandarsyah memperoleh informasi bahwa, Reza Arap berada di TKP. Ia menambahkan, keberadaannya saat korban ditemukan meninggal dunia.
Iskandarsyah menegaskan, polisi belum menemukan rincian terkait kepastian waktu kapan Reza Arap mendatangi TKP. Maka dari itu, ia berharap agar sang musisi hadir memenuhi panggilan.
"Sampai saat ini dugaan untuk pacarnya ada dari keterangan bahwa ada di TKP. Oleh karena itu, kami tetap melakukan klarifikasi terhadap saudara RA," ungkap dia.
Ia memastikan Reza Arap bersedia hadir menjalani pemeriksaan. Hanya saja yang bersangkutan belum menemukan waktu yang tepat untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
"Saudara RA ini, pacarnya kooperatif dan akan hadir pada pemeriksaan atau klarifikasi di Polres Metro Jakarta Selatan," kata Iskandarsyah.
Ia mengabarkan, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan sebelumnya, polisi dan tim medis tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Kemarin saya juga infokan tidak dilaksanakan autopsi karena berdasarkan permintaan dari orang tua dan kita juga empati apa yang terjadi pada saudari LL. Kita juga sudah mengecek barang bukti maupun CCTV (barang) yang ada menghilangkan nyawa korban. Oleh karena itu, jadi sampai saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter," tukasnya.