- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @mommy_starla, @insanulfahmi
Insanul Fahmi Harus Dengar Pesan Vicky Prasetyo: Jangan Jadikan Agama Itu Tameng Syahwat!
tvOnenews.com - Nama Insanul Fahmi jadi sorotan publik setelah kisruh rumah tangganya dengan Inara Rusli dan Wardatina Mawa mencuat ke permukaan.
Di tengah ramainya perbincangan soal poligami, muncul komentar tajam dari Vicky Prasetyo yang menyindir fenomena pria menggunakan agama untuk membenarkan nafsu.
Lewat kanal YouTube Reyben Entertainment, Vicky menyampaikan pesan menohok yang kini ramai dikaitkan dengan kondisi Insanul.
"Lebih baik Anda terlihat buruk sekalian, tapi kalian tidak pernah menjadikan agama itu tameng untuk syahwat. itu paling nggak boleh," tegas Vicky.
Pernyataan Vicky ini sontak menyentuh banyak kalangan karena dianggap relevan dengan maraknya kasus hubungan yang diselimuti dalih agama.
Ia menegaskan bahwa kesalahan terbesar seorang pria adalah ketika membungkus hasrat duniawi dengan justifikasi spiritual yang keliru.
“Saya bercerita bukan karena saya lebih baik, saya lebih suci, tapi saya bercerita karena memang apa yang dulu saya lakukan dan banyak kesalahan yang pernah saya lakukan,” ujarnya.
- Kolase tvOnenews.com/ tangkapan layar YouTube dr Richard Lee, MARS/ Instagram @vickyprasetyo777
Vicky mengaku berbicara berdasarkan pengalaman pribadi. Ia tidak menutupi masa lalunya yang penuh dengan kesalahan dalam urusan cinta.
Namun, dari pengalaman itu, ia ingin mengingatkan para pria agar tidak menipu diri sendiri dengan dalih membenarkan hawa nafsu.
“Yang hebat itu tadi, kesalahan terbesar seorang pria itu mengajak makan seorang wanita di dalam meja yang sama padahal dia belum pernah sempat merasakan kelaparan bersama,” lanjutnya.
Kalimat ini dianggap banyak warganet sebagai sindiran halus untuk pria yang dengan mudah berpindah hati dan mencari pembenaran atas tindakannya.
Vicky menilai, hubungan yang sehat seharusnya dibangun dari proses panjang, bukan sekadar perasaan sesaat atau alasan religius yang dipelintir.
Lebih jauh, Vicky juga menyindir fenomena “bad boy instan” di era modern.
Menurutnya, banyak pria muda atau bahkan yang sudah berkeluarga, justru tampil berani dan romantis di depan publik, namun masih bergantung pada privilese keluarga dan tidak matang dalam berpikir.