- Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kejujuran Zulfiandi soal Pelatih Timnas Indonesia di Era-nya, Sempat Bicarakan soal Shin Tae-yong juga, Ngomongnya Begini
tvOnenews.com - Masihkah Anda mengingat Zulfiandi? Mantan pemain Timnas Indonesia ini membicarakan pelatih yang pernah menukanginya, termasuk sosok Shin Tae-yong.
Sebagaimana diketahui, Zulfiandi merupakan salah satu sosok pemain yang dinobatkan sebagai gelandang terbaik Timnas Indonesia.
Zulfiandi dikenal menerapkan teknik permainan simpel, namun visinya membawa dirinya kejayaan, terutama ketika membela Timnas Indonesia.
Bukan tanpa alasan, nama Zulfiandi mulai mencuat ketika bercokol bersama Timnas Indonesia U-19 di era pelatih Indra Sjafri.
Pada masa kejayaannya, Zulfiandi berhasil masuk trio terbaik dari Timnas Indonesia U-19, yakni bersama Muhammad Hargianto dan Evan Dimas.
- PSSI
Berkat aksi solidnya bersama Evan Dimas dan Hargianto di lini tengah, Zulfiandi cs membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013.
Menariknya, Zulfiandi juga pernah merasakan ditangani oleh sejumlah mantan pelatih Timnas Indonesia, di antaranya Luis Milla dan Simon McMenemy.
Dalam hal ini, Zulfiandi berbagi pengalamannya saat menjadi anak asuh Indra Sjafri, Luis Milla, hingga Simon McMenemy.
Zulfiandi mulanya membagikan pengalaman ketika ditukangi langsung oleh coach Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19.
- ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Saat ditanya mengenai sosok Indra Sjafri, Zulfiandi menganggap coach yang dikenal sangat tegas khususnya kepada para pemain muda.
"Itu dia layak untuk menangani pemain muda. Kalau dilatih dia, kita merasa takut. Ibaratnya kita ditangani orang lebih takut jadi lebih serius lagi," ungkap Zulfiandi dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Ichsan Maulana, Rabu (24/9/2025).
Namun begitu, setegas-tegasnya Indra Sjafri masih bisa tertawa dan humor kepada para anak asuhnya di skuad Garuda Nusantara.
"Anak-anak juga merasa nggak tegang, tapi secara tegas iya. Kalau kita salah pastinya marah-marah dia, contohnya 'kamu nggak bisa main bola, kamu pulang aja'," bebernya.
Zulfiandi menambahkan, ketegangan dan ketegasan dari Indra Sjafri hanya berlangsung di dalam kegiatan timnas.
"Kalau di luar sangat dekat sama pemain, jadi dia kesempatan bertanya keluhan pemain," katanya.
Kemudian, ia berbicara tentang sosok Luis Milla. Tak ayal, ia menjadi figur tak tergantikan di Timnas Indonesia U-23.
Saat ditanya mengenai Luis Milla, pemain kelahiran asal Bireuen, Aceh ini tidak pernah melupakan pujian dari pelatih asal Spanyol tersebut.
"Pernah dikasih tahu sama coach Bima Sakti, sebelum masuk ke media itu sudah dibilang ke saya," kata Zulfiandi.
- Instagram/@luismillacoach
Sebagaimana diketahui, Luis Milla pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia baik senior maupun U-23 pada 2017-2018.
Saat menukangi Timnas Indonesia, Luis Milla mencatatkan prestasi medali perunggu SEA Games 2017 dan membawa Timnas Indonesia U-23 lolos 16 besar Asian Games 2018.
Saat inilah, Luis Milla mengatakan melalui Bima Sakti, bahwa Zulfiandi sebagai pemain memiliki prospek bagus dan wajib ke Eropa.
Zulfiandi mengabarkan, pemain pertama kali yang menjadi favorit Luis Milla sebenarnya bukan dirinya, melainkan sosok Saddil Ramdani.
"(Tiba-tiba berubah) tapi kan kita nggak tahu selera orang berbeda-beda," ucapnya.
Zulfiandi mengaku sangat rindu terhadap Luis Milla karena dianggap pelatih yang detail memberikan instruksi kepada para pemain.
"Dengan prestasi dia itu lebih dari cukup. Contoh lawan Asian Games ini lawan Asia kayak Uzbekistan, Palestina. Tim yang sebelumnya itu kalah, tapi saat dia melatih bisa imbangi," bebernya.
Kenangannya sangat melekat sehingga Zulfiandi ingin kembali dilatih oleh Luis Milla.
"Kita nggak tahu kapan, selama berkarier dan dipanggil di timnas. Mungkin dia bisa melatih dimanapun dia ada berharap bisa dilatih karena banyak ilmu bisa diambil dari dia," paparnya.
- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Setelah Luis Milla keluar, Timnas Indonesia berada di tangan Simon McMenemy. Zulfiandi juga menceritakan sosok kepribadiannya.
"Coach Simon dia orangnya di luar itu sangat fair sekali. Pernah Andi sebelumnya dilatih sama dia di Bhayangkara," tuturnya.
Ia menceritakan ketika dirinya membela Bhayangkara FC, ketika menjalani latihan maksimal, Simon melihat Zulfiandi layak main.
"Saat Andi merasa nggak maksimal, wajar dia nggak masang Andi. Untuk melatih dia bagus. Kalau di timnas, dia ngelihat kalau ada kesalahan, ya sudah nggak bisa tolerir," tegasnya.
- PSSI
Lantas, bagaimana soal Shin Tae-yong?
Zulfiandi pernah dipanggil oleh STY ketika pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia pada Juli 2020.
Sayangnya, Zulfiandi tidak memenuhi panggilan tersebut karena masih masa pemulihan cedera, sehingga ia belum punya banyak pengalaman dengan Shin Tae-yong.
(hap)