- x.com/AniRave
Reaksi 'Wibu' Seluruh Dunia Setelah Pemerintah Indonesia Larang Pengibaran Bendera One Piece: Ini Tidak Masuk Akal
tvOnenews.com - Penggemar budaya Jepang atau biasa disebut wibu dari seluruh dunia memberikan reaksi keras setelah pemerintah Indonesia melarang pengibaran bendera One Piece.
Menurut mereka, asumsi pemerintah Indonesia yang mengatakan jika bendera One Piece diidentikkan dengan simbol provokasi sungguh tak masuk akal.
Fenomena pengibaran bendera One Piece belakangan sedang marak terjadi di berbagai tempat. Bahkan, hal ini sampai dibagikan di media sosial.
Lebih lanjut, bendera manga bertema bajak laut itu tak jarang ikut disandingkan dengan lambang negara Indonesia yakni bendera Merah Putih.
Hal inilah yang kemudian ditanggapi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan jelang HUT RI ke-80 pada 17 Agustus nanti.
Menurut Budi Gunawan, pengibaran bendera One Piece dianggap sebagai bentuk provokasi yang dapat mengancam simbol negara.
Bukan cuma itu, pemerintah bahkan dengan tegas memperingatkan bahwa mengibarkan bendera One Piece akan dikenakan pasal hukum yang berlaku.
“Pemerintah akan mengambil tindakan hukum secara tegas dan terukur jika ada unsur kesengajaan dan provokasi demi memastikan ketertiban dan kewibawaan simbol-simbol negara,” kata Budi Gunawan.
Sebagai informasi, bendera ini bernama Jolly Roger yang ada di manga One Piece. Biasanya, logo ini dikatakan sebagai simbol reputasi dan kekuatan.
Namun dalam perspektif yang berbeda, bendera One Piece yang dikibarkan juga bisa dimaknai sebagai ancaman atau teror bagi pihak lain.
Maka dari itu, Budi Gunawan lantas mengaitkan pelarangan bendera One Piece berkibar jelang HUT RI ke-80 berdasarkan Undang-undang.
“Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 24 ayat (1) menyebutkan 'Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara di bawah bendera atau lambang apa pun' Ini adalah upaya kita untuk melindungi martabat dan simbol negara,” jelasnya.
Larangan pengibaran bendera One Piece oleh pemerintah Indonesia ini mendapat tanggapan keras dari para penggemar budaya Jepang atau wibu.
Mereka awalnya terkejut ketika tahu bahwa bendera Bajak Laut Topi Jerami tersebut dianggap sebagai bentuk ancaman hingga provokasi dari pemerintah Indonesia.
“Beberapa warga negara Indonesia mulai mengibarkan bendera Bajak Laut Topi Jerami sebagai simbol protes terhadap kondisi pemerintah saat ini,” kata akun X @pewpiece.
“Dan pejabat pemerintah menganggapnya sebagai tindakan pemberontakan dan menganggap bendera tersebut merupakan ancaman,” lanjutnya.
- x.com/AniRave
Sementara itu, wibu lainnya justru tidak menyangka bahwa manga One Piece bisa membuat satu negara geger hingga membuat pemerintah bergerak.
“One Piece menjadi simbol pemberontakan politik dalam kehidupan nyata, sungguh tidak ada anime yang pernah memicu tingkat gerakan dan dampak ini dan saya benar-benar percaya mungkin tidak akan pernah ada,” ujar @SHANKSTOPME.
Lain lagi dengan wibu ini. Ia mendoakan agar semuanya di Indonesia lekas membaik setelah adanya pelarangan bendera One Piece oleh pemerintah.
“INI GILA. One Piece Mendapat Dampak Tingkat Dunia,“ tulis @7Leg_Piece.
“Karena angka-angka ini terus bertambah, saya berdoa agar pada akhirnya semuanya akan berjalan dengan baik dan akan ada masa depan yang lebih baik bagi setiap negara yang menghadapi situasi serupa,“ sambungnya.
(han)