- Instagram patrick kluivert
Bye-bye China dan Bahrain, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Lolos ke Piala Dunia 2026, Gara-gara Hal Ini....
tvOnenews.com - Langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 kini berada di momen krusial. Di bawah arahan pelatih Patrick Kluivert, harapan untuk menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia semakin terbuka lebar.
Terutama setelah dua pesaing utama, China dan Bahrain mengalami kesulitan besar di fase ketiga Grup C.
Per 17 Mei 2025, Indonesia menempati posisi ketiga dengan raihan 9 poin dari delapan pertandingan.
Posisi ini masih memungkinkan Garuda lolos ke fase berikutnya, dengan catatan mampu meraih hasil maksimal di dua laga tersisa melawan China dan Jepang pada Juni mendatang.
Sebaliknya, China dan Bahrain sama-sama tertahan di dasar klasemen dengan koleksi 6 poin.
Secara matematis, ketiga tim ini masih punya peluang untuk lolos, tetapi hanya Indonesia yang memiliki kendali atas nasibnya sendiri.
Pertandingan melawan China akan menjadi titik balik. Hanya kemenangan yang bisa menjaga asa Indonesia untuk tetap bertarung di jalur menuju Piala Dunia 2026.
Hasil imbang, apalagi kekalahan, bisa menjadi bencana karena akan memberi jalan bagi China atau Bahrain untuk menyalip di saat-saat terakhir.
Media China, Sohu, baru-baru ini mengungkap bahwa timnas mereka sedang tidak dalam kondisi ideal.
Penyerang andalan China, Behram Abduweli, tengah menjalani hukuman larangan bertanding sebanyak empat laga di liga domestik setelah insiden kekerasan di Liga Super China.
- PSSI
"Tim nasional sepak bola Tiongkok kembali mengalami pukulan berat: striker populer Behram didenda berat dan dilarang bermain selama 4 ronde sebelum pertandingan Timnas Indonesia!" tulis Sohu.
Behram, yang berperan dalam 7 dari 8 pertandingan China di babak 18 besar ini dan mencetak satu gol, sejauh ini belum mencetak satu pun gol di liga domestik musim ini.
Penurunan ritme bertanding akibat hukuman tersebut bisa berdampak pada performanya saat melawan Indonesia.
"Ivan mungkin harus mempertimbangkan kandidat lain," lanjut laporan Sohu, mengacu pada Ivan Hasek, pelatih kepala China.
Meski situasi ini menguntungkan Indonesia, kewaspadaan tetap dibutuhkan. Sejarah membuktikan bahwa China bukan lawan sembarangan.
Di era Shin Tae-yong, Indonesia pernah takluk dari China, membuktikan bahwa kualitas mereka tetap berbahaya.
Bahrain pun belum sepenuhnya keluar dari persaingan. Tim asal Teluk ini juga mengumpulkan 6 poin dan akan menghadapi Jepang dan China di laga sisa.
Jika Indonesia terpeleset, Bahrain bisa mencuri posisi, terutama jika mereka menang atas China dan Jepang menurunkan intensitas pada laga pamungkas.
Namun, semua skenario ini bisa ditepis jika Indonesia menang atas China. Hasil tersebut akan mengantar Garuda mengunci posisi tiga besar atau bahkan naik ke posisi dua, jika Jepang terpeleset.
Andai Indonesia menang atas Jepang di laga terakhir, peluang lolos langsung ke Piala Dunia 2026 akan terbuka.
Mengingat dua tim teratas dari tiap grup berhak melaju otomatis ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Patrick Kluivert sangat menyadari pentingnya dua laga pamungkas ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk lengah.
"Kami tidak boleh kehilangan konsentrasi. Setiap pertandingan kini seperti final," kata Kluivert, dikutip dari situs resmi PSSI.
Persiapan pun terus dimatangkan. Beberapa pemain pilar seperti Marselino Ferdinan dan Rafael Struick dilaporkan dalam kondisi fit.
Sementara pelatih kiper menantikan kejelasan soal Maarten Paes yang sempat mengalami cedera ringan.
Timnas juga dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Jakarta sebelum terbang ke China dan Jepang.
Dengan situasi klasemen yang ketat dan hanya dua laga tersisa, Timnas Indonesia saat ini berada di posisi terbaik dalam sejarah kualifikasi.
Jalan ke Piala Dunia 2026 memang masih panjang, tetapi tidak mustahil. Kemenangan atas China bisa jadi tiket emas menuju babak keempat atau bahkan langsung ke putaran final.
Seperti yang dilaporkan Sohu, kehilangan Behram bisa jadi ujian berat bagi China.
Namun bagi Indonesia, ini adalah momentum untuk menulis bab baru dalam sejarah sepak bola nasional menuju Piala Dunia untuk pertama kalinya melalui jalur kualifikasi. (udn)