- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Hercules Blak-blakan Hanya Bisa Tunduk pada 2 Orang Ini: Yang Pertama karena 'Utang Nyawa' di Masa Lalu
tvOnenews.com - Nama Rosario de Marshal alias Hercules kembali menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam perseteruan panas dengan sejumlah purnawirawan TNI.
Sosok yang dikenal sebagai Ketua Umum organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ini bukanlah figur baru dalam dunia ormas dan kehidupan jalanan Jakarta.
Dengan pengaruh kuat yang menjangkau hingga ke akar rumput, Hercules kerap disebut sebagai tokoh yang sulit dikendalikan siapa pun.
- tvOnenews.com/Haris
Namun, Hercules pernah secara blak-blakan mengungkap bahwa hanya ada dua orang yang mampu memberi perintah kepadanya.
Dan salah satunya dikarenakan punya sejarah panjang dengannya di masa lalu.
Hal itu diungkapkannya dalam sebuah acara bersama Gus Miftah.
Seperti diketahui, Hercules memiliki hubungan dekat dengan ulama kondang di Tanah Air tersebut.
Dalam salah satu acara, Gus Miftah bertanya kepada Ketum GRIB Jaya itu, siapa dua orang yang bisa memerintahnya.
- kolase tim tvOnenews
"Maung Hercules ini yang bisa memerintah cuma dua, siapa saja?" tanya Gus Miftah pada Hercules.
"Yang pertama, Pak Menhan, Pak Prabowo Subianto, karena punya sejarah dengan saya. Nomor dua, abang Gus Miftah," jawab Hercules.
Pernyataan tersebut menegaskan adanya ikatan emosional dan historis yang sangat dalam antara Hercules dan Prabowo Subianto.
Bukan hal baru, Hercules memang kerap mengungkapkan bahwa dirinya memiliki rasa hormat dan utang budi kepada Presiden RI tersebut.
Dalam buku karya Ian Wilson berjudul Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru, dijelaskan bahwa Hercules merupakan seorang pemuda dari Timor Timur (sekarang Timor Leste).
- Istimewa/tvOne
Ia kemudian "dipungut" oleh dua petinggi militer, Prabowo Subianto dan Zacky Anwar Makarim, pada era 1980-an dan dibawa ke Jakarta.
Salah satu tujuannya, tulis Wilson, adalah untuk alat kampanye publisitas "merangkul masyarakat Timor yang terbuang" sebagai imbalan atas kesetiaan kepada Indonesia.
Hercules mengaku "berutang nyawa" kepada Prabowo dan menyebut mantan 'patron militernya' itu adalah "satu-satunya orang yang bisa mukul saya tanpa saya balas."
Ikatan ini tidak hanya bersifat pribadi, tapi juga meluas dalam jaringan organisasi.
Kabid Media dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengakui adanya hubungan emosional kuat antara Prabowo dengan Hercules dan GRIB Jaya.
Namun, dia menolak jika disebut GRIB Jaya memanfaatkan nama Prabowo sebagai beking.
- Antara
"Kami tidak sedang menjual nama Pak Prabowo karena kami ada hubungan yang kuat antara Pak Hercules dengan Pak Prabowo, begitu juga dengan GRIB Jaya," kata Marcel.
(gwn)