- Tangkapan Layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Eliza Sifa Bongkar Skandal Perselingkuhan Aris dan Rani di Dunia Nyata: Kisah Tragis di Balik Film Viral "Ipar Adalah Maut"!
Perselingkuhan pertama kali terjadi saat Aris membantu Rani dengan tugas kuliahnya.
"Pertama kali ciuman sih katanya waktu dia di depan laptop lagi ngajarin Rani, Rani ada tugas. Mas tolongin dong ada tugas aku itu tuh pertama kalinya. Mas Aris dan Rani mungkin sering serumah berdua dan pakaian Rani yang mungkin memicu hal tersebut," ungkap Eliza Sifa.
Hubungan antara Aris dan Rani semakin dalam saat Rani mengalami kecelakaan motor dan hanya ada Aris di rumah.
"Pernah Rani pulang kuliah, motornya jatuh dari motor, kakinya sakit. Saat itu pas di rumah pas ada Mas Aris aja, Mbak Nisanya lagi enggak ada. Aris nanya Rani kenapa, dan itulah pertama kali mereka berhubungan badan," lanjut Eliza.
Setelah Rani menikah dengan Yusuf, adik dari teman kantor Aris, perselingkuhan mereka tidak berhenti.
"Rani sering pakai gojek pergi-pergi siang-siang. Dia berangkat dari rumahnya atau rumah mertuanya, dan Aris berangkat dari tempat kerjanya pakai gojek. Mereka bertemu di hotel dengan alasan lembur. Ibunya Yusuf curiga karena Rani sering pakai gojek siang-siang," ujar Eliza.
Kisah ini menjadi semakin tragis saat Nisa mengetahui perselingkuhan tersebut. Perselingkuhan yang dilakukan di rumah, di mana saja, hingga di hotel, membuat Nisa merasa dikhianati oleh orang-orang terdekatnya.
Eliza Sifa menyampaikan bahwa fakta-fakta yang terungkap dalam podcast bersama Denny Sumargo ini sangat mengejutkan dan menyakitkan.
Film “Ipar Adalah Maut” berhasil mengangkat kisah nyata ini ke layar lebar dan membuat publik semakin penasaran dengan kisah perselingkuhan ini.
Meski Eliza Sifa menjaga identitas asli Nisa, cerita ini memberikan gambaran betapa bahayanya kepercayaan yang disalahgunakan dan betapa perihnya pengkhianatan oleh orang yang dianggap dekat.
Eliza Sifa berharap, dengan diangkatnya kisah ini menjadi film, banyak orang bisa belajar dari kejadian ini dan lebih waspada dalam menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. (anf)