- Kolase Tvonenews.com
Masa Bodoh dengan Haters dan Sampai Ditegur Anak Sendiri, dr Djadja Tetap Bela Jessica Wongso: Saya Ngomong Benar!
"Saat itu suasana tegang, dan jaksanya pada kaget juga. Karena saya itu orang yang sebenarnya mereka harus panggil ke pengadilan, tapi saya malah dihadirkan oleh penasihat hukum," kata dia.
"Waktu itu saya bilang kalau tidak diperiksa otaknya kita tidak tahu apakah di otaknya ada stroke atau enggak, parunya ada penyakit tertentu atau tidak, di jantungnya ada penyakit atau tidak, semuanya berpotensi untuk bikin mati pak," tambah dr Djadja saat memberikan kesaksian di persidangan.
Saat dimintai keterangan, kala itu di persidangan, dr Djaja mengungkap teori kadar sianida yang dapat menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Setidaknya saat itu, kata dia, dibutuhkan 150 mg hingga 250 mg zat sianida untuk membunuh seseorang.
"Dalam literatur yang dipublikasikan, sianida yang bisa bikin mati dalam bentuk natrium atau kalium jika dalam kadar 150-250 mg. Cairan lambung itu rata-rata ada 100 cc. Kalau sianida itu memang ada (di tubuh Mirna), baunya pasti tercium," kata dr Djaja dalam persidangan.
Tak hanya itu, dr Djaja pun menyebut bahwa kadar 0,2 mg sianida yang ditemukan di sampel lambung Mirna tidak bisa menyebabkan kematian.
"Jadi saya bilang, kematian Mirna bukan karena sianida, Pak. Kalau di orang normaal saja, kita coba periksa darahnya, lambung kita pasti ada senyawa sianidanya. Ada sianida sedikit? Ya tidak apa-apa," ujar dr Djaja. (abs)