- Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno
Catat Ini! Rekomendasi Lokasi Wisata Saat Libur Nataru di Kota Semarang
Foto: Kawasan wisata Kota Lama Semarang (Teguh Joko Sutrisno)
Lokasi Kota Lama hanya berjarak 4 kilometer dari pusat Kota Semarang. Sangat mudah diakses bahkan dengan angkutan umum sekalipun. Jika dari luar kota, tinggal turun di Stasiun Tawang dan jalan kaki kima menit ke Kota Lama.
3. Pusat Kuliner Pandanaran
Ke Kota Semarang kurang lengkap jiak tidak membeli oleh-oleh. Nah, tempat yang paling sering didatangi adalah pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran. Lokasinya sangat strategis, hanya 500 meter dari pusat kota, dan bahkan nggak sampai lima menit jalan kaki ke destinasi wisata populer Lawang Sewu.
Di pusat oleh-oleh ini, wisatawan bisa membeli banyak sekali makanan khas Semarang maupun makanan khas dari daerah di Jawa Tengah lainnya. Untuk makanan khas Semarang ada wingko, lunpia, bendeng presto, tahu bakso, serta kue moaci. Untuk makanan khas dari daerah Jateng, antara lain gethuk Magelang, tumpi Ungaran, kue pia Purwokerto, wajik Magelang, enting-enting Salatiga, serabi Solo, juga telur asin Brebes.
Foto: Wingko, salah satu kuliner khas Semarang (Teguh Joko Sutrisno)
Biasanya wisatawan dari luar kota membeli oleh-oleh disini saat akan balik ke daerah asal. Jika naik mobil tinggal cus ke jalan tol yang hanya berjarak dua kilometer. Kalau mau naik pesawat atau kereta api tinggal menuju bandara atau stasiun yang jaraknya bisa ditempuh selama 10 menit saja.
Ini merupakan obyek wisata keluarga. Meski begitu, anak-anak muda masa kini juga banyak yang datang ke Grand Maerokoco. Apalagi setelah disini dibuat spot foto yang beragam dan instagramable.
Awalnya, Grand Maerokoco didesain sebagai wisata edukasi berupa rumah-rumah tradisional seluruh daerah di Jawa Tengah. Lalu seiring perkembangan, dibangun juga wisata hutan mangrove lengkap dengan spot danau dan perahu sampan.
Sejak itu, pengunjung Grand Maerokoco melonjak tinggi. Yang paling disukai adalah jalur trekking di sela hutan mangrove. Anak-anak muda juga banyak yang menyewa sampan dan mendayung di perairan sekitar hutan mangrove. Sedangkan orangtua dan anak-anak punya pilihan perahu besar yang digerakkan mesin tempel.