news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tari Maena (tari penyambutan) dari Desa Hilisimaetano, Nias Selatan.
Sumber :
  • Tim Tvone/ Wna

Dorong Promosi Pariwisata Nias, Disbudpar Sumut Serap Ide Melalui Kolaborasi Pentahelix

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut kembali merealisasikan kolaborasi pentahelix sebagai metode promosi pariwisata dengan melibatkan stakeholder, konten kreator dan jurnalis.
Jumat, 28 Oktober 2022 - 19:40 WIB
Reporter:
Editor :

“Kalau kita berharap Nias itu seperti Bali, itu butuh investor untuk membangun Nias. Mungkin ini proyeksi jangka panjang. Tapi dengan ditambahnya fasilitas seperti akomodasi tersebut bisa meningkatkan wisatawan segmen middle up untuk datang ke Nias. Terus, penambahan toko cinderamata juga. Terus harapannya juga di tempat-tempat wisata itu ada sarana informasi. Atau setidaknya kalau tidak ada papan informasi, dibuat QR code yang bisa langsung terhubung ke website informasi yang bisa menjelaskan lokasi itu,” kata prempuan yang akrab disapa Sisca itu.

Selain itu, mewakili biro perjalanan wisata di Sumut, Sisca juga berharap kepada instansi pemerintah bisa lebih fokus terhadap destinasi wisata yang mau dikembangkan, agar wisatawan yang datang tidak kecewa. Terkait keterlibatan influencer dan konten kreator di dalam promosi wisata, ia juga berharap adanya manajemen terpadu dalam hal koleksi dokumentasi objek-objek wisata yang akan dijual kepada wisatwan.

“Artinya, pemerintah di sini harus menjembatani antara infuencer atau konten kreator itu agar video, foto yang mereka ambil juga bisa digunakan oleh BPW (biro perjalanan wisata), dengan catatan harus mencantumkan sumber dokumentasi tersebut. Agar kami juga bisa menunjukkannya kepada calon wisatawan,” harap Sisca. 

“Dari sisi travel agent, kendalanya adalah promosi. Banyak tempat wisata yang bagus-bagus, tapi promosinya belum memadai. Kita memasarkan wisata itu butuh effort lebih tinggi dibandingkan dengan Bali. Harapannya, pemerintah bisa membantu promosi-promosi di luar negeri atau luar daerah,” kata Sisca.

Peserta Famtrip berkunjung ke Museum Pusaka Nias

Sementara itu, menurut Thomas Ginting, salah satu konten kreator khusus wisata mengatakan, berkunjung ke Nias memiliki kesan tersendiri. Terlebih saat berkunjung ke Museum Pusaka Nias, ia takjub karena menyimpan lebih dari 6000 koleksi artefak.

“Ke Nias, saya baru berkunjung dua kali. Saya bangga ya, karena budaya Indonesia itu banyak sekali cerita bersejarah yang bisa membantu kita untuk membangun dan menambah wawasan kita. Saya berharap ini tetap lestari kedepannya nanti, agar anak cucu kita bisa melihat dan mempelajari budaya leluhurnya di masa lalu,” kata pemilik akun IG @visit_sumut itu. (wna/nof)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral