- Pexels/Gustavo Fring
Ingin Beli Mobil Pertama, Beli Baru atau Cukup Second Aja? Ternyata Sebaiknya yang Dipilih...
tvOnenews.com - Membeli mobil baru menjadi impian banyak orang. Namun, keputusan ini sering kali diiringi dengan berbagai pertimbangan penting.
Mulai dari menentukan budget, memilih model yang sesuai kebutuhan, hingga memahami fitur terkini yang ditawarkan, proses ini bisa jadi menantang sekaligus mengasyikkan.
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan, agar pembelian mobil baru tidak hanya memenuhi keinginan, tapi juga memberikan nilai terbaik untuk investasi Anda?
- Pexels/Antoni Shkraba Studio
Pengusaha dan investor Theo Derick, dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube miliknya, memaparkan beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan seseorang yang baru pertama kali ingin membeli mobil.
Sebelum menjelaskannya, Theo Derick sempat memberi disclaimer bahwa dirinya bukanlah sosok yang ahli dalam hal mobil.
Namun, ia memberikan beberapa tips dari beberapa pengalaman yang pernah ia rasakan.
Menurut Theo Derick, hal pertama yang kerap menjadi pertimbangan adalah jenis mobilnya, yakni apakah mobil baru atau bekas alias second.
Theo Derick menjelaskan, bahwa dari segi harga, tentu saja mobil second punya harga yang jauh lebih murah.
"Kalau menurut gua mobil bekas itu udah pasti jauh lebih murah dari segi harga," ujar Theo Derick, dikutip dari kanal YouTube-nya pada Rabu (1/10/2025).
Theo Derick juga memberi contoh kasus yang terjadi pada salah satu merek mobil, agar lebih mudah memahami perbedaan dari segi harganya.
"Teman-teman kan suka lihat 'wah orang sukses banget bawa (mobil) merek B'. Kalian kan lihat barunya mungkin 700, 800 juta. Tapi kalau orang mau branding itu sebenarnya mereka beli yang seri 'itu', second, di tahun 2012 atau 2013 paling 300 juta," jelas Theo Derick.
- YouTube/Theo Derick
Lalu, Theo Derick memberi tips kedua apabila memang ingin membeli mobil second, yakni dengan mengajak orang yang mengerti bagian-bagian mobil.
"Lu butuh orang atau platform atau siapa pun, ya siapapun yang udah terpercaya untuk lihat kondisi mobil."
"Di sini tricky-nya, lu bisa ngelihat mobilnya rapi, bagus, harganya masih oke, kilometer masih rendah, tapi ternyata zonk."
"Jadi harus ada benar-benar orang yang bisa lihat mobilnya tuh benar-benar keseluran dan ngerti. Bahkan sekarang setahu gua ada jasa-jasa inspeksi mobil, kok. Jadi enggak perlu takut (kalau beli mobil second)," jelas Theo Derick.
- Pexels/Gustavo Fring
Hal ketiga yang jadi fokus Theo Derick adalah gengsi dari orang yang ingin membeli mobil tersebut. Alhasil, bisa mempertimbangkan ingin membeli mobil baru atau second.
Selain itu, dari segi interior juga bisa berbeda. Pasalnya, mobil second bisa saja mengalami facelift dan mungkin saja ada perubahan interior yang dilakukan oleh pemilik sebelumnya.
"Mungkin (mobil second dan baru) sama interior beda-beda dikitlah. Kalau mobil tiap tahun ada facelift, berubah dikit lebih canggih dan lebih bagus," ujar Theo Derick.
Sementara itu, apabila membeli mobil baru, maka interior-nya masih asli dan belum ada perubahan yang terjadi. Pasalnya sang pembeli akan menjadi tangan pertama dari mobil tersebut.
"Nah, mungkin kalau beli mobil baru bagusnya adalah tangan pertama, gak bekas dari orang sama sekali. Jadi, dari awal lu sudah menikmati kebaruan itu," katanya.
Theo Derick juga membagikan pengalamannya saat membeli mobil pertamanya. Saat itu ia memilih untuk membeli mobil baru daripada second untuk pemakaian pribadi.
Kesimpulannya, jika Anda ingin mobil pertama, kembali lagi kepada preferensi masing-masing. Anda bisa menyesuaikannya dengan budget hingga kondisi mobil yang ingin dibeli. (ism)