- tim tvone/tim tvone
Hati-hati, Erupsi Gunung Berdampak Bagi Kesehatan Manusia
Kesehatan, tvOnenews.com - Baru-baru ini dikabarkan Gunung Semeru dikabarkan mengalami erupsi dan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) pada hari Minggu (4/12/2022) dini hari.
Bahkan, gunung tersebut dikabarkan alami letusan dan dikabarkan dapat membangkitkan tsunami. Namun, dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memaparkan alasan mengingatkan status Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi level IV atau Awas.
Hal ini dilakukan PVMBG agar masyarakat yang bermukim di dalam peta kawasan rawan bencana keluar dari daerah tersebut.
Awan Panas Guguran.
Akan tetapi, Peneliti Bumi Madya PVMBG, Agus Budianto menuturkan masyarakat yang berada di luar peta kawasan rawan bencana tidak perlu khawatir terhadap dampak yang timbul akibat erupsi yang terjadi di Gunung Semeru.
Selain itu, berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh petugas pos pantau Gunung Semeru, hari ini, pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB, gunung api tersebut tercatat mengalami 18 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 16 sampai 23 milimeter dan lama gempa 85 sampai 115 detik.
Nah, taukah Anda bahayanya gunung erupsi bisa berdampak bagi kesehatan manusia?
Dilansir dari VIVA, Sejauh ini gas vulkanik dari gunung api yang paling melimpah adalah uap air, yang tidak berbahaya. Namun, sejumlah besar karbondioksida, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, dan hidrogen halida juga dapat dipancarkan dari gunung berapi.
Bergantung pada konsentrasinya, semua gas ini berpotensi berbahaya bagi manusia, hewan, hingga tanaman. Di mana karbon dioksida (CO2) yang terperangkap di daerah dataran rendah dapat mematikan bagi manusia dan hewan.
Karbon dioksida merupakan sekitar 0,04 persen dari udara di atmosfer bumi. Dalam satu tahun rata-rata, gunung berapi melepaskan antara sekitar 180 dan 440 juta ton karbon dioksida.
Ilustrasi saat Gunung Mengeluarkan Lava Pijar
Nah, saat gas yang tidak berwarna dan tidak berbau ini dipancarkan dari gunung berapi, biasanya gas tersebut menjadi encer hingga konsentrasi rendah dengan sangat cepat dan tidak mengancam jiwa.
Akan tetapi, karena gas karbon dioksida dingin lebih berat daripada udara, namun ia dapat mengalir ke daerah dataran rendah di mana gas itu dapat mencapai konsentrasi yang jauh lebih tinggi dalam kondisi atmosfer tertentu yang sangat stabil.