news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Hipnoterapi untuk penyembuhan trauma psikologis.
Sumber :
  • Freepik

Seberapa Efektif Hipnoterapi untuk Atasi Kecemasan dan Luka Batin?

Praktisi hipnoterapi Rian Trianoto menegaskan bahwa mengabaikan emosi masa lalu justru bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan mental seseorang. “Banyak orang ...
Minggu, 5 April 2026 - 09:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Hingga saat ini, trauma dan kecemasan yang berkepanjangan masih menjadi "hantu" bagi sebagian masyarakat. Banyak yang terjebak dalam mitos bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, padahal kenyataannya, tekanan emosional sering kali tetap mengendap dan mengganggu produktivitas sehari-hari.

Praktisi hipnoterapi Rian Trianoto menegaskan bahwa mengabaikan emosi masa lalu justru bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan mental seseorang.

“Banyak orang mengira masalahnya selesai karena waktu sudah berlalu. Padahal, jika emosinya belum diproses, maka akan tetap tersimpan,” kata Rian Trianoto dalam keterangan pers yang diterima tvOnenews.com, Minggu (5/4/2026).

Ilustrasi - Hipnoterapi untuk penyembuhan trauma psikologis
Sumber :
  • Freepik

Menurut Rian, pengalaman pahit yang tidak diselesaikan secara tuntas cenderung menetap di pikiran bawah sadar. Hal inilah yang mendikte cara seseorang berpikir, bereaksi, hingga mengambil keputusan krusial dalam hidupnya.

Tak heran jika seseorang tetap merasa cemas meski sudah berusaha keras melupakan masa lalunya.

Menariknya, trauma tidak selalu lahir dari kejadian besar yang tragis. Kritik pedas yang berulang atau rasa tidak aman sejak masa kanak-kanak bisa membentuk luka batin yang sangat dalam.

Berdasarkan data yang dihimpun dari American Psychological Association (APA), hipnoterapi kini dipandang sebagai metode yang sangat relevan di era modern.

Studi dalam International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis membuktikan bahwa metode ini signifikan dalam mereduksi gejala kecemasan.

Presiden Divisi 30 APA David Godot, PsyD mengungkapkan bahwa hipnosis klinis memiliki manfaat nyata dalam manajemen nyeri, depresi, hingga gangguan tidur.

“Hipnosis memiliki daya tarik historis tertentu yang terkadang dapat menyulitkan praktisi untuk memahami relevansinya di zaman modern,” ungkap David Godot.

Ia menambahkan, “Selama beberapa dekade terakhir, telah terjadi kemajuan luar biasa dalam memahami hipnosis dan manfaatnya untuk penelitian dan praktik.”

Secara teknis, Divisi 30 mendefinisikan hipnosis sebagai:

“suatu keadaan kesadaran yang melibatkan perhatian terfokus dan kesadaran perifer yang berkurang, ditandai dengan peningkatan kapasitas untuk merespons sugesti”

Ilustrasi - Hipnoterapi untuk penyembuhan trauma psikologis
Sumber :
  • Freepik

Perbedaan Hipnoterapi dengan Meditasi dan Mindfulness

Meski sekilas mirip dengan meditasi karena sama-sama mengandalkan perhatian terfokus, hipnoterapi memiliki keunggulan dalam hal perubahan perilaku secara aktif.

Afik Faerman, PhD peneliti dari Universitas Stanford menjelaskan bahwa otak manusia terus mengedit pengalaman sadar berdasarkan ingatan dan keyakinan masa lalu.

“Otak kita menyerap informasi dari lingkungan dan menggabungkannya dengan keyakinan, pengalaman, dan ingatan kita sebelumnya untuk membentuk pengalaman sadar pada saat itu,” kata Faerman.

Ia menekankan, “Hipnosis adalah salah satu konteks di mana otak kita mengedit pengalaman sadar tersebut. Sebagai fasilitator sesi hipnosis, saya dapat memberikan panduan tentang cara mengedit pengalaman tersebut, tetapi terserah orang tersebut untuk bertindak berdasarkan saran saya.”

Hal senada disampaikan Guy Montgomery, PhD dari Mount Sinai. Menurutnya jika meditasi mengajarkan penerimaan, maka hipnosis melangkah lebih jauh menuju perubahan.

“Sementara meditasi membantu Anda menerima suatu masalah, hipnosis memungkinkan orang untuk melakukan perubahan guna mengatasi masalah tersebut,” tegasnya.

Sebagai solusi, Rian Trianoto bersama timnya menghadirkan Jinawa Project. Ini merupakan sebuah pendekatan pendampingan emosional berbasis hipnoterapi yang fokus pada akses pikiran bawah sadar untuk melepaskan emosi yang terhambat.

“Jinawa Project hadir untuk membantu orang melepaskan luka batin, menenangkan pikiran, dan kembali menemukan kedamaian dalam diri,” jelas Rian.

Sebagai penutup, Rian Trianoto mengingatkan bahwa kesembuhan mental bukanlah proses instan. Dibutuhkan keberanian untuk menghadapi "badai" dalam diri sendiri.

“Yang terpenting adalah kesediaan seseorang untuk menghadapi dan memproses emosinya, bukan terus berusaha melupakannya,” pungkas Rian.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral