- Freepik
dr. Zaidul Akbar Ungkap Pola Makan Sahur dan Buka untuk Penderita Maag agar Kuat Puasa Ramadhan
tvOnenews.com - Menjalani ibadah puasa Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi penderita maag dan GERD (asam lambung).
Rasa perih di ulu hati, mual, dan kembung sering kali membuat sebagian orang khawatir tidak mampu berpuasa dengan lancar.
Namun, menurut dr. Zaidul Akbar, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan memperhatikan pola makan yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Dalam kajiannya, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa kunci utama berpuasa bagi penderita maag adalah niat yang benar serta pola makan yang mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
“Kalau mau puasa, pertama niat dulu karena puasa itu obat. Kedua, ikuti pola-pola atau petunjuk-petunjuk Nabi yang berkaitan dengan puasa, baik waktu sahur maupun berbuka,” jelasnya.
Sahur menjadi waktu penting yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi penderita maag.
Menurut dr. Zaidul Akbar, sahur berfungsi memberikan sinyal pada tubuh bahwa asupan terakhir telah masuk sebelum berpuasa.
Hal ini membantu lambung menyesuaikan diri sehingga tidak memproduksi asam lambung secara berlebihan.
“Sahurlah kalian meskipun hanya dengan seteguk air,” sabda Rasulullah SAW yang dikutip dr. Zaidul.
Dari hadis ini, ia menegaskan bahwa sahur tidak boleh ditinggalkan karena berfungsi menjaga kestabilan sistem pencernaan.
Lebih lanjut, dr. Zaidul menyarankan agar penderita maag mengonsumsi makanan lembut dan alami seperti kurma basah (ruthob).
Menurutnya, kurma basah mengandung gula sederhana yang mudah diserap tubuh serta memberikan energi yang stabil sepanjang hari.
“Kurma itu panas-lembab, memberi kehangatan, dan cocok untuk semua jenis lambung, baik yang sensitif maupun kuat,” ujarnya.
Selain kurma, ia juga merekomendasikan air madu hangat atau air tajin (air beras yang sudah ditanak) dengan sedikit garam mineral sebagai minuman pendamping sahur.
Kombinasi ini dapat membantu melapisi dinding lambung, menjaga pH tubuh tetap seimbang, serta mengurangi risiko naiknya asam lambung saat berpuasa.
“Air madu dan garam sangat baik untuk memperbaiki gangguan lambung. Kalau tidak ada madu, bisa diganti air tajin yang diambil dari beras yang sudah ditanak, tambahkan sedikit garam, minum hangat-hangat,” kata dr. Zaidul.