(nka)
- Freepik/benzoix
Waspada! Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Kenali Gejalanya Berikut Ini
tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyampaikan situasi varian influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut super flu.
Di Indonesia, kasus ini sudah ditemukan, namun masih terpantau dalam kondsi yang stabil dan tidak menunjukan adanya peningkatan keparahan jika dibandingkan clade atau subclade lainnya.
Kendati demikian, penting juga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya fenomena super flu.
Super flu disebut-sebut sudah masuk ke Indonesia, seiring meningkatnya laporan kasus influenza berat di sejumlah negara, terutama Amerika Serikat.
Lantas, apa itu super flu dan seperti apa gejalanya? Melansir dari YouTube tvOnenews, Prof. Erlina Burhan jelaskan seputar super flu
- Freepik
Secara medis, super flu masih termasuk dalam kelompok influenza A. Selama ini, flu musiman yang umum dikenal masyarakat biasanya disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1.
Sementara itu, super flu merujuk pada strain lain, yaitu H3N2. Sebenarnya, H3N2 bukanlah varian baru karena virus ini sudah lama dikenal dalam dunia medis.
"Tapi sebetulnya H3N2 ini juga adalah varian yang sudah lama. Tetapi memang yang terjadi atau ditemukan Subklit K ini adalah yang saat ini kita sebut sebagai super flu dan ini memang banyak ditemukan di musim dingin terutama dan sudah dilaporkan peningkatan yang cukup signifikan di Amerika Serikat ya," kata Prof. Elina.
Ia menambahkan bahwa kasus super flu ini banyak ditemukan pada pasien di Amerika Serikat.
Pasien tersebut mengalami flu dengan kondisi yang cukup parah hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit, bahkan dilaporkan adanya kasus kematian.
Data inilah yang kemudian memunculkan istilah “super flu” di tengah masyarakat.
Lantas, apa yang membedakan super flu dengan flu biasa?
- tim tvOne
Prof. Erlina menjelaskan, dari sisi gejala, sebenarnya super flu tidak jauh berbeda dibandingkan flu biasa.
Penderita tetap mengalami demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Namun, berdasarkan laporan subjektif pasien, gejala yang dirasakan cenderung lebih berat dari flu musiman pada umumnya.
Selain itu, beberapa pasien juga mengeluhkan sakit kepala hebat, nyeri tubuh, rasa lelah berlebihan, hingga mual.
Kelompok yang paling rentan terdampak super flu ini adalah anak-anak dan lansia.
Di negara dengan empat musim, flu memang sudah menjadi penyakit musiman yang kerap menyerang kelompok usia tersebut saat musim dingin.
Namun pada kasus H3N2 subklade K, intensitas gejala yang dirasakan dinilai lebih berat dibandingkan musim-musim sebelumnya, sehingga memerlukan perhatian ekstra.
Meskipun data yang ada saat ini masih banyak berasal dari luar negeri, masyarakat Indonesia tetap perlu waspada.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan.
Dengan mengenali gejala dan melakukan pencegahan sejak dini, risiko dampak serius dari super flu dapat diminimalkan. Tetap tenang, namun jangan lengah dalam menjaga kesehatan.