- istimewa
6 Rekomendasi Obat Panas Dalam yang Aman dan Efektif
1. Adem Sari
Adem Sari adalah minuman herbal yang terkenal di Indonesia untuk meredakan gejala panas dalam.
Mengandung ekstrak jeruk nipis, kayu manis, dan vitamin C, obat ini membantu mengatasi tenggorokan kering, sariawan, dan bibir pecah-pecah.
Adem Sari tersedia dalam bentuk sachet yang mudah digunakan dengan cara dilarutkan dalam air.
Rentang harga: Rp12.400 – Rp32.000.
2. New Hau Fung San Spray
Ini adalah obat herbal dalam bentuk semprotan yang efektif untuk meredakan gejala panas dalam seperti sariawan dan tenggorokan kering.
Mengandung bahan-bahan alami seperti Cinnamomum Camphora dan menthol, obat ini dapat disemprotkan langsung ke area yang sakit atau dicampurkan ke dalam air hangat sebagai obat kumur.
Rentang harga: Rp29.900 – Rp43.800.
3. Madu TJ Panas Dalam
Madu TJ adalah produk yang mengandung madu pilihan dengan tambahan ekstrak chrysanthemum dan thymi. Madu ini dapat membantu meredakan gejala panas dalam seperti sariawan dan bibir pecah-pecah. Dapat dikonsumsi 1-2 sendok makan 3 kali sehari.
Rentang harga: Rp12.000 – Rp20.300.
4. Chrysanthemum Granule
Minuman serbuk yang terbuat dari sari bunga chrysanthemum, yang dikenal memiliki khasiat untuk mengatasi panas dalam dan menjaga kesehatan tubuh. Cukup larutkan satu sachet dalam air panas atau dingin dan minum sebagai pereda panas dalam.
Rentang harga: Rp23.800 – Rp34.200.
5. Bintang Toedjoe Panas Dalam
Obat ini mengandung ekstrak alami seperti alang-alang dan lidah buaya, serta vitamin C, yang bermanfaat untuk meredakan gejala panas dalam. Tersedia dalam bentuk sachet yang mudah dikonsumsi.
Rentang Harga: sekitar Rp15.000.
6. Sanjin Watermelon Frost Lozenges
Tablet isap yang mengandung watermelon frost dan ekstrak daun mint, memberikan rasa sejuk di tenggorokan serta meredakan suara serak.
Kisaran harga: Rp 50.000 per kemasan.
Obat-obatan ini dapat membantu meredakan gejala panas dalam secara efektif. Namun, jika gejala berlanjut atau memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
(*)