news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Shahnaz Haque ubah gaya hidup setelah hadapi kanker ovarium.
Sumber :
  • ANTARA

Sembuh Kanker Ovarium, Shahnaz Haque Ubah Gaya Hidup

Setelah dua dekade menjadi penyintas kanker ovarium, selebritas Shahnaz Haque mengungkapkan gaya hidupnya juga berubah menjadi jauh lebih sehat.
Minggu, 30 Mei 2021 - 17:19 WIB
Reporter:
Editor :

Biasanya, kanker ovarium tidak disertai gejala pada stadium awal sehingga sering luput dari perhatian dan baru ditemukan ketika telah mencapai stadium lanjut, hal yang dialami ibu dan neneknya. Hanya 20 persen dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal, 94 persen pasien stadium awal ini akan dapat hidup lebih dari 5 tahun setelah didiagnosis.

Pada kasusnya, dia merasa beruntung karena kanker terdeteksi secara dini lantaran dia tidak mengalami menstruasi selama beberapa lama padahal belum aktif secara seksual. Setelah memeriksakan diri, dokter menyatakan dia harus dioperasi. Rasa takut membuatnya menunda hingga setahun hingga gejala yang dirasakan semakin memburuk. Buang air besar jadi kian sulit, frekuensi buang air kecil makin sering juga sakit pinggang. Nyeri itu bahkan membuat dia merasa agak kesulitan saat berjalan. Setelah itu baru Shahnaz kembali lagi ke dokter dan memberanikan diri menjalani operasi pada 1999. "Keuntungan saya, saya tidak mencoba pengobatan alternatif. Selesai saya berjuang jadi penyintas, saya selalu katakan sama pejuang kanker bahwa itu penyakit medis, bukan penyakit jadi jangan ke dukun," katanya.

Shahnaz menegaskan kanker bukanlah akhir dari segalanya. Bergabunglah dengan komunitas yang bisa berbagi energi positif karena berpikir positif juga penting dalam proses penyembuhan.

Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI), Indonesian Cancer Information & Support System (CISC) bersama AstraZeneca meluncurkan Kampanye 10 Jari demi mengenal enam faktor risiko serta empat tanda kanker ovarium. Enam risiko kanker ovarium, yakni riwayat kista endometriosis, punya riwayat keluarga yang menderita kanker ovarium dan kanker payudara, mengalami mutasi genetik (contoh BRCA), angka paritas rendah, gaya hidup buruk dan pertambahan usia. Sementara empat tanda kanker ovarium adalah kembung, nafsu makan berkurang, sering buang air kecil dan nyeri panggul atau perut. "Memperhatikan dan melakukan pengecekan terhadap 10 hal dalam Kampanye 10 Jari merupakan upaya penting agar perempuan Indonesia bebas dari ancaman kematian akibat kanker ovarium. Saya mengajak perempuan Indonesia untuk membekali diri dengan informasi dari sumber yang tepercaya, salah satunya dari informasi dalam Kampanye 10 Jari," kata Shahnaz.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral