news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Anindya Bakrie.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Gejolak Geopolitik Dunia, Anindya Minta Bank Longgarkan Bunga Utang ke Pengusaha

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, fleksibilitas sektor keuangan menjadi kunci utama agar perusahaan mampu bertahan dalam fase tekanan ini.
Jumat, 24 April 2026 - 15:08 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tekanan geopolitik global yang memicu gangguan rantai pasok kini mulai mengguncang fondasi keuangan dunia usaha nasional.

Di tengah lonjakan biaya dan melemahnya permintaan, kalangan pengusaha mendesak intervensi pemerintah dan perbankan untuk menjaga kelangsungan bisnis sekaligus menahan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, fleksibilitas sektor keuangan menjadi kunci utama agar perusahaan mampu bertahan dalam fase tekanan ini.

Ia menilai keringanan dari perbankan, khususnya terkait bunga utang dan pengelolaan arus kas, sangat mendesak.

“Di satu sisi, kami mesti jaga kesehatan keuangan, di lain sisi juga para pelaku usaha membutuhkan sedikit keringanan. Ini bagaimana inconvenience bisa dilalui dengan memberikan suatu fleksibilitas dari sisi cashflow,” kata Anin saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, stabilitas perusahaan besar memiliki efek domino terhadap ekosistem usaha secara keseluruhan, terutama bagi pelaku UMKM yang berada di hilir rantai pasok. Jika industri besar terguncang, tekanan akan merembet hingga ke level usaha terkecil.

Anin menekankan pentingnya menjaga ketahanan keuangan perusahaan setidaknya dalam jangka menengah, terutama untuk enam bulan ke depan. Hal ini krusial agar langkah efisiensi ekstrem seperti PHK massal dapat dihindari.

“Saya rasa itu (ketahanan keuangan) yang paling penting. Karena kalau bisa cashflow-nya dijaga selama enam bulan ke depan,” ujarnya.

Ia menyebut, perusahaan, terutama yang berkapitalisasi besar harus mampu mempertahankan kekuatan finansial setidaknya hingga dua kuartal ke depan di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.

Sementara itu, survei Kadin Institute pada kuartal I-2026 mengonfirmasi besarnya tekanan yang dihadapi dunia usaha. Konflik geopolitik tercatat mendorong kenaikan biaya produksi sekaligus menekan permintaan pasar secara bersamaan, sebuah kombinasi yang menggerus margin perusahaan.

Data menunjukkan lonjakan harga energi dan komoditas menjadi tekanan terbesar dengan kontribusi 20,9 persen. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya input produksi dan operasional di berbagai sektor industri.

Di sisi lain, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyumbang tekanan sebesar 16,2 persen, yang memperbesar beban impor bahan baku.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral