news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi rupiah..
Sumber :
  • Antara

Rupiah Menguat ke Rp17.143 per Dolar AS, Ditopang Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Rupiah menguat ke Rp17.143 per dolar AS didorong ketahanan ekonomi Indonesia meski tekanan geopolitik global masih tinggi.
Selasa, 21 April 2026 - 16:46 WIB
Reporter:
Editor :

 

Jakarta, tvOnenews.comNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026), di tengah tekanan geopolitik global yang masih berlangsung. Rupiah tercatat menguat sebesar 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.143 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.168 per dolar AS.

Penguatan ini dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang tetap solid meski dihadapkan pada ketidakpastian global, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Faktor Penguatan Rupiah di Tengah Tekanan Global

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut penguatan rupiah tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong investasi serta memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai target melalui sinergi kebijakan fiskal dan realisasi anggaran yang disiplin.

“Pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelaraskan kebijakan fiskal agar tercipta perbaikan kondisi ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Selain itu, Indonesia saat ini tengah menggeser arah pembangunan menuju model yang lebih produktif dan bernilai tambah.

Tiga Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

Transformasi ekonomi Indonesia didorong oleh tiga pilar utama, yakni:

  • Investasi

  • Industrialisasi

  • Produktivitas

Ketiga faktor ini menjadi fondasi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya stabil, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja berkualitas.

Ibrahim menilai, dibandingkan negara-negara G20 maupun negara berkembang lainnya, kinerja ekonomi Indonesia tergolong kuat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan yang solid, tingkat inflasi yang terkendali, serta defisit dan rasio utang yang tetap terjaga.

Peran APBN sebagai Penopang Stabilitas

Ketahanan ekonomi Indonesia juga tidak lepas dari peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit di bawah batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, serta memanfaatkan peran investasi di luar APBN untuk memperkuat pembiayaan pembangunan.

Imbal Hasil Obligasi dan Kredibilitas Fiskal

Di tengah penyesuaian harga global, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat meningkat, namun masih berada dalam asumsi yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini mencerminkan kredibilitas fiskal Indonesia yang tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan eksternal.

“Indonesia mampu menyerap kenaikan harga energi tanpa mengorbankan dukungan bagi masyarakat rentan maupun melanggar batas defisit fiskal,” jelas Ibrahim.

Meski sempat terjadi arus keluar devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS dan tekanan terhadap nilai tukar, kondisi fundamental ekonomi dinilai tetap kuat.

Cadangan devisa yang memadai serta disiplin fiskal menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas tersebut.

Geopolitik Timur Tengah Picu Ketegangan Pasar

Di sisi global, pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan meningkat seiring belum adanya kepastian terkait perpanjangan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya memberi sinyal bahwa perpanjangan kesepakatan kemungkinan tidak akan terjadi.

Di sisi lain, Iran juga menunjukkan sikap keras dengan menilai pembicaraan sulit dilakukan selama blokade angkatan laut masih diberlakukan oleh AS.

Situasi ini diperburuk oleh aksi militer terbaru, termasuk penembakan dan penangkapan kapal berbendera Iran oleh pihak AS, yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan.

Kurs JISDOR Ikut Menguat

Penguatan rupiah juga tercermin dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia.

Pada perdagangan hari ini, JISDOR tercatat berada di level Rp17.142 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.176 per dolar AS.

Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa stabilitas nilai tukar rupiah masih terjaga di tengah dinamika global yang fluktuatif.

Penguatan rupiah di tengah tekanan eksternal menjadi indikator bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:27
02:11
05:02
04:48
05:37
05:30

Viral